Kompas.com - 09/03/2020, 14:54 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka rakornas Ikadi di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/3/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat membuka rakornas Ikadi di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat tidak terlalu panik dalam merespons wabah virus corona. Sebab, kepanikan masyarakat dan berita hoaks terkait virus corona dapat mengguncang situasi.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat membuka rapat koordinasi nasional (rakornas) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) di Istana Wapres, Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

"Bagaimana menghadapi ini, terutama jangan sampai ada kepanikan. Kepanikan itu menjadi musuh yang bisa menggoncangkan situasi dan berita hoaks," kata Ma'ruf.

Baca juga: Wapres Minta Dai Tenangkan Masyarakat agar Tak Panik karena Virus Corona

Oleh karena itu, masyarakat pun diminta untuk mendengarkan informasi resmi dari pemerintah agar terhindar dari berita hoaks yang merugikan dan menyesatkan.

Dengan demikian, peran dai dinilainya sangat penting dan strategis untuk tetap menjaga suasana yang damai serta tenang.

Utamanya terkait dengan sebaran virus corona yang tengah ramai di tengah masyarakat saat ini.

Selain itu, Wapres juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan, karena kebersihan merupakan bagian dari iman.

"Makanya ada cara kita mencuci tangan, habis pegang apa-apa, harus disemprot. Itu kan ajaran Islam, kita mencuci tangan, mau makan cuci tangan, mau minum cuci tangan, wudu, apa lagi bukan hanya tangan, tapi muka dan sebagainya. Kita bukan hanya bersih, tapi suci," ujar dia.

Baca juga: Minta Masyarakat Tak Panic Buying, Wapres: Kebutuhan Pokok Terjamin

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers pada Minggu (8/3/2020) mengatakan, ada 6 pasien kasus Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wamenkumham Ungkap Tak Mudah Susun KUHP di Negara Multikultural Seperti Indonesia

Wamenkumham Ungkap Tak Mudah Susun KUHP di Negara Multikultural Seperti Indonesia

Nasional
India, Singapura, dan Australia Siap Bantu Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

India, Singapura, dan Australia Siap Bantu Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

Nasional
Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Puan Maharani Ajak Generasi Muda Bangun Cerita Baru dari Kisah Hidup Kartini

Nasional
Dijdawalkan Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

Dijdawalkan Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

Nasional
Kemhan: Hasil Pengamatan Udara, Ditemukan Tumpahan Minyak di Posisi Awal Hilangnya KRI Nanggala-402

Kemhan: Hasil Pengamatan Udara, Ditemukan Tumpahan Minyak di Posisi Awal Hilangnya KRI Nanggala-402

Nasional
Survei IPS: 35,5 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

Survei IPS: 35,5 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Safenet: Situasi Pemenuhan Hak Digital di Indonesia Semakin Mendekati Situasi Otoritarianisme

Safenet: Situasi Pemenuhan Hak Digital di Indonesia Semakin Mendekati Situasi Otoritarianisme

Nasional
Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Nasional
Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Nasional
Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Nasional
Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Nasional
Mendagri Harap UU Otsus Bisa Jawab Persoalan SDM di Papua

Mendagri Harap UU Otsus Bisa Jawab Persoalan SDM di Papua

Nasional
Saksi Sebut Bank Garansi Rp 52,3 Miliar Merupakan Komitmen Pengekspor Benih Lobster

Saksi Sebut Bank Garansi Rp 52,3 Miliar Merupakan Komitmen Pengekspor Benih Lobster

Nasional
Kemerdekaan Indonesia dan Toleransi Para Pemimpin Islam

Kemerdekaan Indonesia dan Toleransi Para Pemimpin Islam

Nasional
Oknum KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Firli Pastikan Tak Akan Tolerir Penyimpangan

Oknum KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Firli Pastikan Tak Akan Tolerir Penyimpangan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X