Kompas.com - 09/03/2020, 12:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga negara Indonesia (WNI) ketiga di Singapura yang positif mengidap Covid-19 dinyatakan sebagai imported case oleh Kementerian Kesehatan Singapura.

Artinya, WNI yang disebut sebagai kasus ke-147 itu diduga telah terjangkit virus sebelum ke Singapura. Namun, belum diketahui dari negara mana WNI tersebut telah terinfeksi.

"Untuk kasus ke-147, sampai saat ini belum diketahui bagaimana WNI tersebut saat terinfeksi Covid-19," seperti dikutip keterangan tertulis Kedutaan Besar RI di Singapura, Senin (9/3/2020).

"Namun, Kementerian Kesehatan Singapura menyebut kasus ini sebagai imported case atau kasus dari luar, yang artinya WNI tersebut diduga kuat sudah terjangkit Covid-19 sebelum melakukan kunjungan ke Singapura," sambung KBRI di Singapura.

Baca juga: Mengenal Alat Tes Virus Corona dari Singapura dan Jepang

WNI berjenis kelamin laki-laki itu disebutkan tiba di Singapura pada Sabtu (7/3/2020).

Pasien kemudian dinyatakan positif terjangkit virus corona keesokan harinya, Minggu (8/3/2020).

Saat ini, WNI tersebut dirawat di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

KBRI pun terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

"KBRI akan terus melakukan pemantauan secara dekat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang terkait penanganan WNI tersebut," tulisnya.

Baca juga: Berikut 3 Kasus WNI di Singapura yang Positif Corona

KBRI di Singapura mengimbau WNI agar waspada bila mengunjungi kegiatan yang melibatkan banyak orang ataupun ke tempat umum.

KBRI berharap WNI di Singapura mengikuti aturan dan imbauan dari pemerintah setempat terkait upaya mencegah penyebaran virus.

Dengan adanya kasus baru tersebut, total terdapat tiga WNI yang dikonfirmasi positif virus corona di Singapura.

Baca juga: Pemerintah Singapura Umumkan WNI Ketiga Positif Corona

Adapun Sabtu lalu, seorang WNI lain berjenis kelamin perempuan positif terinfeksi virus corona.

WNI berusia 62 tahun itu saat ini dirawat di National University Hospital (NUH).

Diduga kasus ke-133 di Singapura itu tertular saat menghadiri acara makan malam yang diadakan di Restoran Joy Garden, SAFRA Jurong, Singapura, pada 15 Februari 2020.

SAFRA Jurong menjadi salah satu klaster penularan dengan jumlah pasien yang cukup besar. Total 30 orang dinyatakan positif Covid-19 dalam klaster tersebut.

Sementara itu, WNI pertama yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART) telah dinyatakan sembuh pada pertengahan bulan lalu.

Perempuan berusia 44 tahun yang merupakan kasus ke-21 ini tertular dari majikannya yang bekerja di toko yang sering dikunjungi oleh turis China.

Saat ini telah ada 150 kasus Covid-19 di Singapura. Sebanyak 90 pasien telah sembuh dan meninggalkan rumah sakit.

Sementara 60 lainnya masih dirawat. Sembilan di antaranya saat ini masih dirawat di unit perawatan intensif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ferry Mursyidan Baldan dalam Kenangan: Dari HMI sampai Kabinet Jokowi dan Pecinta Chrisye

Ferry Mursyidan Baldan dalam Kenangan: Dari HMI sampai Kabinet Jokowi dan Pecinta Chrisye

Nasional
Wapres Harap Yudo Margono Bisa Lanjutkan Pendekatan Humanis untuk Papua

Wapres Harap Yudo Margono Bisa Lanjutkan Pendekatan Humanis untuk Papua

Nasional
Wapres: Pemerintah Tetap Gunakan Pendekatan Humanis di Papua

Wapres: Pemerintah Tetap Gunakan Pendekatan Humanis di Papua

Nasional
Disetujuinya Yudo Margono KSAL Ketiga Pimpin TNI dan Pesan Soliditas TNI/Polri

Disetujuinya Yudo Margono KSAL Ketiga Pimpin TNI dan Pesan Soliditas TNI/Polri

Nasional
Candai Ganjar, Bahlil Lahadalia: Ini Capres dari KAHMI

Candai Ganjar, Bahlil Lahadalia: Ini Capres dari KAHMI

Nasional
Yudo Margono Janji Bakal Berdayakan Kogabwilhan

Yudo Margono Janji Bakal Berdayakan Kogabwilhan

Nasional
Cerita Jusuf Kalla soal Ferry Mursyidan yang Sempat Antarkan ke Mobil Usai Acara PMI

Cerita Jusuf Kalla soal Ferry Mursyidan yang Sempat Antarkan ke Mobil Usai Acara PMI

Nasional
KY Sudah Lakukan Proses Etik Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Gazalba Saleh Masih Tunggu Waktu

KY Sudah Lakukan Proses Etik Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Gazalba Saleh Masih Tunggu Waktu

Nasional
Sinyal Politik Jokowi Memang untuk Ganjar Pranowo

Sinyal Politik Jokowi Memang untuk Ganjar Pranowo

Nasional
Yudo Margono: 100 Hari Pertama, Komisi I Akan Cek Pelaksanaan Visi Misi Panglima TNI

Yudo Margono: 100 Hari Pertama, Komisi I Akan Cek Pelaksanaan Visi Misi Panglima TNI

Nasional
KPU Gandeng Cokelat Rilis 'Jingle' Pemilu 2024 Ciptaan Kikan

KPU Gandeng Cokelat Rilis "Jingle" Pemilu 2024 Ciptaan Kikan

Nasional
Suap Hakim Agung, Yosep Parera Mengaku Dimintai Uang Ratusan Ribu Dollar untuk 3 Perkara Intidana

Suap Hakim Agung, Yosep Parera Mengaku Dimintai Uang Ratusan Ribu Dollar untuk 3 Perkara Intidana

Nasional
Arif Rachman Disebut Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Salin BAI di Paminal Jadi BAP

Arif Rachman Disebut Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Salin BAI di Paminal Jadi BAP

Nasional
Hasil Gelar Perkara Kasus Tambang Ilegal dan Ismail Bolong Belum Diungkap Polri

Hasil Gelar Perkara Kasus Tambang Ilegal dan Ismail Bolong Belum Diungkap Polri

Nasional
Apa Itu Identitas Nasional?

Apa Itu Identitas Nasional?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.