Temui SBY, Airlangga Sebut Diutus Jokowi Minta Masukan soal Omnibus Law

Kompas.com - 06/03/2020, 11:45 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bersilaturahim di kediaman SBY di CIkeas, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020) Dok. Partai GolkarKetua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bersilaturahim di kediaman SBY di CIkeas, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan,
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku diutus Presiden Joko Widodo untuk bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY). 

Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga mengajak Partai Demokrat untuk memberikan masukan terkait pembahasan omnibus law.

"Sebagai Menko Perekonomian, Pak Airlangga menjelaskan ia diutus Presiden Jokowi dan menyampaikan salam Presiden Jokowi kepada pak SBY," kata Hinca dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2020).

Baca juga: Golkar dan Demokrat Bahas Omnibus Law dan Peluang Koalisi Pilkada Serentak 2020

"Seraya mengajak peran serta Partai Demokrat untuk memberikan masukan agar restrukturisasi perekonomian bisa berhasil dengan baik," tutur dia.

Dalam pertemuan di Kediaman SBY tersebut, Airlangga menjelaskan soal RUU Omnibus law yang menjadi inisiatif pemerintah kepada SBY dan para petinggi Partai Demokrat.

Seperti diketahui Presiden Jokowi telah mengirimkan surat presiden dan draf omnibus law RUU Cipta Kerja ke DPR pada Rabu (12/2/2020). Namun pembahasan bersama pemerintah belum juga dimulai akibat banyaknya kritik dari berbagai pihak terhadap RUU Cipta Kerja.

Menurut Hinca, SBY mengaku senang dengan ajakan itu. Presiden keenam RI itu bahkan menyampaikan salam kembali kepada Presiden Joko Widodo.

Sikap Partai Demokrat, kata Hinca, tidak pernah berubah sejak awal yaitu mendukung yang baik dan memperbaiki yang belum baik.

"Negara ini negara kita bersama. Kita bangun bersama, meskipun kami tidak berada dalam pemerintahan," ujar Hinca menirukan pernyataan SBY.

Baca juga: Omnibus Law RUU Cipta Kerja, antara Kepentingan Investor dan Perbudakan Modern

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), di Cikeas, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020) malam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X