16 WNA di Tulungagung Diperiksa Kesehatannya, Sewa Rumah 10 Tahun, Kerja di Pabrik Manik-manik

Kompas.com - 04/03/2020, 12:22 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Tulungagung memeriksa suhu tubuh 16 WNA yang ditemukan di Tulungagung. Tribun JatimPetugas Dinas Kesehatan Tulungagung memeriksa suhu tubuh 16 WNA yang ditemukan di Tulungagung.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejak sebulan terakhir, 16 warga negara asing (WNA) tinggal di rumah besar di Dusun Ringinsari, desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwarung, Kabupaten Tulungagung diperiksa kesehatannya.

Mereka terdiri dari 14 WNA asal China, satu orang dari Malaysia, dan satu orang dari Malayasia. Ada 12 laki-laki dan 2 perempuan yang tinggal bersa,a

Keberadaan mereka diketahui setelah ketua RT setempat Dwi Budiono (57) melihat rumah besar yang dulunya kosong kini telah ditempati.

Dari laporan yang ia terima, orang yang tinggal di rumah tersebut adalah karyawan pabrik baru di Ngantru.

Baca juga: Pemerintah Sebut Kondisi Pasien yang Positif Virus Corona Semakin Membaik

“Tapi saya tidak dilapori, kalau yang menempati adalah orang asing,” ujar pensiunan tentara ini kepada Tribunjatim.com.

Karena ada orang asing di wilayahnya, Dwi melapor ke kepala desa dan camat setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Naluri saya sebagai tentara mendorong untuk melapor, terus malam ini ditindaklanjuti,” sambung Dwi.

Ia mengatakan dari izin yang disampaikan, rumah tersebut disewa selama 10 tahun dan baru ditempat sejak sebulan terakhir.

Baca juga: Satu Pasien Suspect Corona Demam 7 Hari meski Tak Ada Riwayat ke Luar Negeri

Sementara itu Camat Kedungworo Hari Prastijo, mengatakan warga sekitar sempat aneh melihat aktivitas warga asing di rumah dengan halaman luas itu.

“Sebelumnya rumah ini kan kosong. Jadi begitu ada aktivitas langsung menarik perhatian warga, apalagi ternyata ada orang asing,” kata Hari.

Ia kemudian menghubungi Kantor Imigraso kelas II Nont TPI Blitar. Hari juga menggandeng Dinas Kesehatan karena tengah marak penyebaran virus corona.

Baca juga: Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, 17 WNA Dideportasi karena Virus Corona

 

Diperiksa kesehatannya

Ilustrasi rumah sakitWavebreakmedia Ilustrasi rumah sakit
Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) mendatangi rumah yang ditempati oleh 16 WNA tersebut pada Selasa (3/3/2020) malam.

Petugas imigrasi kemudian melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian dan visa bisnis yang dipegang oleh 16 WNA tersebut.

Setelah itu petugas migrasi memeriksa suhu tubuh mereka.

Kepala Seksi (Kasi) Survailens dan Imunisasi Dinkes Tulungagung, Satrio Wibowo mengatakan secara umum para WNA dalam keadaan sehat.

Hasil pemeriksaan suhu tubuh, rata-rata 36,2 derajat Celsius sampai 36,6 deraajt celcius.

Baca juga: RS Carolus Rujuk 1 Pasien Suspect Corona ke RSPI Sulianti Saroso

Namun ada satu orang yang masuk pengawasan.

“Rata-rata mereka datang sudah lebih dari dua minggu, jadi lewat masa inkubasi virus corona. Namun ada satu orang yang masih enam hari di sini,” jelas Satrio.

Karena masih dalam masa inkubasi, satu WNA dimasukkan dalam masa pengawasan hingga lewat masa inkubasi.

Ia menjelaskan semua WNA bersikap kooeperatif dan mau bekerja sama.

“Mereka sepakat dengan usul kami, agar segera datang ke RSUD dr Iskak jika merasakan gejala infeksi virus corona,” ujar Satrio.

Baca juga: Penumpang Khawatir Virus Corona, 3 Penerbangan dari Bandung Dibatalkan

Belum lapor imigrasi

Ilustrasi Ilustrasi
Kasubsi Intelejen Kantor Imigrasi Kelas II Non TPi Blitar, Priyo Eri mengatakan 16 WNA yang tinggal di rumah tersebut belum melapor ke kantor imigrasi.

“Kami sudah selesai melakukan pemeriksaan normatif dokumen keimigrasian mereka. Untuk kepastiannya besok,” terang Eri.

Setelah diperiksa, mereka akan diarahkan ke Kantor Imigrasi Blitar untuk pemeriksaan dokumen lebih dalam.

Dari pemeriksaan dokumen, WNA China masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

Baca juga: Cegah Virus Corona, 930 WNA Penumpang Kapal Pesiar MV Viking yang Tiba di Labuan Bajo Diperiksa

Sedangkan WNA asal Singapura dan Malaysia masuk melalui Bandara Juanda Surabaya.

“Dari dokumen yang kami periksa, mereka memegang visa bisnis. Mereka di sini menunggu pembukaan pabrik baru” sambung Eri.

Eri menjeaskan mereka adalah para pekerja di sebuah perusahaan manik-manik yang baru didirikan di Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

Rata-rata mereka datang dua minggu lalu, namun ada pula yang baru tiba di Indonesia.

Untuk itu pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan peemriksaan suhu tubuh mereka.

“Untuk hasil pemeriksaan kami serahkan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan,” pungkas Eri.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Timpora Periksa Belasan WNA di Tulungagung, 14 Dari Tiongkok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

Nasional
Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Nasional
Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Nasional
Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Nasional
Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Nasional
Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

Nasional
Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Nasional
Ingin Konsolidasi, Golkar Bersedia Rangkul Tokoh Politik yang Juga Mantan Kader

Ingin Konsolidasi, Golkar Bersedia Rangkul Tokoh Politik yang Juga Mantan Kader

Nasional
Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

Nasional
BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.