Kompas.com - 02/03/2020, 22:23 WIB
Penduduk Jakarta memakai masker di Stasiun Tanah Abang pada Kamis (27/2/2020), menyusul maraknya penyebaran virus corona yang berasal dari China. Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERSPenduduk Jakarta memakai masker di Stasiun Tanah Abang pada Kamis (27/2/2020), menyusul maraknya penyebaran virus corona yang berasal dari China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) akan mengaktifkan layanan call center guna merespon pertanyaan masyarakat terkait upaya penanggulangan virus corona.

"Posko Bencana di Markas PMI akan mengaktifkan call center dan desk khusus merespon pertanyaan masyarakat," ujar Sekjen PMI Sudirman Said ketika dihubungi Kompas.com, Senin (2/3/2020).

Dia menjelaskan, sesuai mandatnya, PMI akan terus membantu masyarakat mengantisipasi risiko penyebaran virus corona salah satunya dengan membuka ruang komunikasi.

Baca juga: Harga Masker Melonjak, PMI: Pedagang Jangan Ambil Untung Berlebihan

Selain itu, sambung dia, dalam beberapa waktu sebelumnya, para relawan PMI juga telah mengkampanyekan budaya hidup bersih dengan tujuan mencegah terjadinya risiko terjangkitnya virus corona.

"Pesan Ketua Umum PMI, Pak Jusuf Kalla dalam menghadapi situasi ini, masyarakat tetap harus waspada berhati-hati, tetapi jangan panik. Karena kalau panik malah bisa bertindak tidak rasional," kata dia.

Sudirman menambahkan, pihaknya menghimbau masyarakat agar aktif melaporkan jika terjadi gejala corona kepada otoritas pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Laporkan kalau ada kasus atau gejala, kepada otoritas pemerintah. Hindari kerumunan, atau tempat umum yang berisiko. Budayakan hidup bersih, termasuk rajin cuci tangan," jelasnya.

Baca juga: Corona di Indonesia, Ketua Umum PMI Kalla Minta Jangan Panik dan Lakukan Hal Ini

Diberitakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona.

Menurut Jokowi, dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran.

Baca juga: Oknum yang Timbun Masker dan Hand Sanitizer Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Miliar?

"Orang Jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2020).

"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ucap Presiden.

Kemudian, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan, dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona tinggal di wilayah Depok, Jawa Barat.

"Daerah Depok," kata Terawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.