Kompas.com - 02/03/2020, 13:24 WIB
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tak akan mengevaluasi kebijakan pariwisata setelah terkonfirmasinya kasus pertama virus Corona terhadap dua warga di Depok, Jawa Barat.

Dua warga Depok itu diduga tertular oleh warga negara Jepang yang sempat berkunjung ke rumah mereka.

Kendati demikian, Presiden Joko Widodo memastikan, kebijakan pemerintah memberi insentif maskapai penerbangan untuk menggenjot pariwisata akan terus berjalan.

"Tidak (ada evaluasi). Itu berbeda, insentif itu kan kita berikan kepada wisatawan dari daerah-daerah yang sudah diperkirakan tidak menjadi episentrum dari virus Corona," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Baca juga: 2 WNI Positif Corona, Seperti Apa Kontak Langsung yang Berisiko Tertular?

Presiden Jokowi memastikan, pemerintah sudah memiliki perhitungan. Menurut dia, pemerintah ingin kasus virus Corona terselesaikan tanpa mengganggu kondisi ekonomi.

"Saya kira sudah dihitung semuanya karena kita ingin kasus-kasusnya terselesaikan, tapi ekonomi kita juga pada kondisi yang baik dan normal. Itu keinginan kita," kata Jokowi.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan pemerintah tetap hati-hati dengan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

"Wisatawan kan dari negara yang tidak terdampak. Kan tidak seluruh dunia kena, baru 54 (negara) atau 52 yang kena," kata dia.

Terawan menegaskan, Indonesia tidak akan mengikuti langkah negara lain seperti Arab Saudi yang menutup sementara akses umrah, atau seperti Jepang yang menutup sejumlah tempat wisata.

"Jadi kita ini hati-hati tapi tidak sampai paranoid, kita lakukan cegah tangkal yang baik sesuai prosedur. Diungkapkan tidak boleh paranoid oleh WHO," kata dia.

Baca juga: Menkes Terawan Datangi RSPI Sulianti Saroso, Cek 2 WNI yang Positif Corona

Pemerintah Republik Indonesia (RI) sepakat memberikan paket insentif khusus parwisata Indonesia untuk mengatasi dampak akibat virus corona.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, insentif untuk wisman, pemerintah memberikan alokasi tambahan sebesar Rp 298,5 miliar.

Insentif tersebut terdiri dari Insentif Airlines dan Travel Agent, Insentif dalam skema Joint Promotion, kegiatan promosi pariwisata serta familiarization trip (famtrip) dan influencer.

Dengan insentif ini, tiket pesawat untuk tujuan 10 destinasi pariwisata mendapat diskon hingga 50 persen.

Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud meliputi Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.