68 WNI kru Diamond Princess Menuju Pulau Sebaru lewat Pelabuhan PLTU Indramayu

Kompas.com - 01/03/2020, 11:49 WIB
Penumpang menunggu kendaraan setelah meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess yang terkena virus korona baru yang sedang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, Kamis (20/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/wsj/cfo ANTARA FOTO/REUTERS/KIM KYUNG-HOONPenumpang menunggu kendaraan setelah meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess yang terkena virus korona baru yang sedang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, Kamis (20/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/wsj/cfo
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 68 warga negara Indonesia ( WNI) yang dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, akan menuju lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, melalui jalur laut.

Mereka dievakuasi dengan menaiki KRI dr Soeharso ke lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil.

"Diharapkan pukul 03.00 WIB sudah layar menuju ke Pulau Sebaru," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Bandara Kertajati Bersiap Jadi Lokasi Pendaratan WNI ABK Diamond Princess

Mereka dijadwalkan berangkat dari Bandara Haneda, Tokyo, Jepang, pukul 18.00 waktu setempat.

Yurianto menuturkan, rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Kertajati, Majelengka, Jawa Barat, pada pukul 23.30 WIB.

Setelah itu, para WNI tersebut akan menuju pelabuhan PLTU Indramayu pada pukul 00.30 WIB untuk menuju Pulau Sebaru.

"Take off dari Haneda pukul 18.00 waktu setempat. Sampai di Kertajati 23.30 WIB. Kemudian menuju ke pelabuhan PLTU Indramayu pada pukul 00.30 WIB," ujarnya.

Adapun proses evakuasi dilakukan berkaitan dengan virus corona yang telah menyebar di kapal pesiar tersebut.

Kapal tersebut dikarantina di Yokohama, Jepang. Terdapat 78 WNI di kapal tersebut. Namun, hanya 68 yang dipulangkan ke Tanah Air. 

Sebanyak 23 personel tim evakuasi juga sudah diberangkatkan pada Jumat (28/2/2020), untuk menjemput mereka.

Tim tersebut terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri dan awak kabin pesawat Garuda Indonesia.

Diketahui terdapat 10 WNI yang tidak ikut dievakuasi. Dua di antaranya tidak ikut dievakuasi karena ingin melanjutkan pekerjaannya di kapal Diamond Princess.

Baca juga: Minggu Malam Ini, 68 WNI Kru Diamond Princess Dijadwalkan Mendarat di Kertajati

Kemudian, delapan WNI lainnya yang positif terjangkit masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Jepang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan, 68 WNI yang akan dievakuasi telah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Ia pun memastikan 68 WNI itu dalam kondisi sehat.

"Sebelum dikembalikan mereka telah melakukan pemeriksaan PCR dan status mereka negatif (dari corona)," ungkap Retno di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (28/2/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Faskes Diminta Antisipasi Kejadian Syok Pasca-vaksinasi Covid-19

Faskes Diminta Antisipasi Kejadian Syok Pasca-vaksinasi Covid-19

Nasional
Tes Covid-19 Tak Hentikan Penularan, Tak Bisa Jadi Alasan Gelar Acara

Tes Covid-19 Tak Hentikan Penularan, Tak Bisa Jadi Alasan Gelar Acara

Nasional
Wapres: Pengelolaan Wakaf Uang Harus Profesional dan Modern

Wapres: Pengelolaan Wakaf Uang Harus Profesional dan Modern

Nasional
Presiden Jokowi Resmikan Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah

Presiden Jokowi Resmikan Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah

Nasional
Masyarakat Diimbau Tak Gelar Acara dengan Dalih Sudah Tes Covid-19

Masyarakat Diimbau Tak Gelar Acara dengan Dalih Sudah Tes Covid-19

Nasional
 Jokowi: Pemanfaatan Wakaf Jangan Hanya untuk Ibadah, tapi Juga Sosial-Ekonomi

Jokowi: Pemanfaatan Wakaf Jangan Hanya untuk Ibadah, tapi Juga Sosial-Ekonomi

Nasional
Gerakan Nasional Wakaf Uang Diluncurkan, Wapres: Tanda Dimulainya Transformasi Wakaf

Gerakan Nasional Wakaf Uang Diluncurkan, Wapres: Tanda Dimulainya Transformasi Wakaf

Nasional
Jelang Sidang Sengketa Hasil Pilkada, KPU Daerah Diminta Persiapkan Hal Berikut...

Jelang Sidang Sengketa Hasil Pilkada, KPU Daerah Diminta Persiapkan Hal Berikut...

Nasional
Imigrasi Bolehkan 153 WN China Masuk ke Indonesia, Ini Dasar Hukumnya

Imigrasi Bolehkan 153 WN China Masuk ke Indonesia, Ini Dasar Hukumnya

Nasional
Anggota DPR: PPKM Belum Maksimal, di Tempat Umum Masih Banyak yang Abaikan Protokol Kesehatan

Anggota DPR: PPKM Belum Maksimal, di Tempat Umum Masih Banyak yang Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
MK Gelar Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020 Mulai Selasa Besok

MK Gelar Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020 Mulai Selasa Besok

Nasional
UPDATE: Tak Ada Penambahan WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tak Ada Penambahan WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Mahfud: Pelajar Pernah Dilarang Berjilbab, Setelah Dibolehkan, Situasi Jangan Dibalik

Mahfud: Pelajar Pernah Dilarang Berjilbab, Setelah Dibolehkan, Situasi Jangan Dibalik

Nasional
Anggota DPR: PPKM Sulit Tekan Kasus Covid-19 jika Tidak Ada Karantina Total

Anggota DPR: PPKM Sulit Tekan Kasus Covid-19 jika Tidak Ada Karantina Total

Nasional
LPSK Tawarkan Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual di Makassar

LPSK Tawarkan Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual di Makassar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X