KPK Periksa Ketua KPU Arief Budiman Besok

Kompas.com - 27/02/2020, 20:23 WIB
Ketua KPU Arief Budiman tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (28/1/2020).  KPK memeriksa Arief Budiman sebagai saksi dari tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKetua KPU Arief Budiman tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (28/1/2020). KPK memeriksa Arief Budiman sebagai saksi dari tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR, Jumat (28/2/2020) besok.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Arief telah mengonfirmasi akan hadir dalam pemeriksaan Jumat besok.

"Besok Pak Arief Budiman konfirmasi hadir untuk (diperiksa sebagai saksi) keempat tersangka," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (27/2/2020) malam.

Baca juga: Periksa Ketua KPU Sumatera Selatan, Ini yang Didalami KPK

Pemanggilan pemeriksaan Arief Jumat besok merupakan pemanggilan ulang setelah sebelumnya Arief tidak jadi diperiksa saat dipanggil pada Selasa (25/2/2020) lalu.

Adapun pemeriksaan pada Jumat besok merupakan pemeriksaan kedua bagi Arief. Ia pernah diperiksa pada Selasa (28/1/2020).

"Materi pemeriksaannya masih terkait dengan bagaimana mekanisme PAW dan terkait dengan pelaksanaan pemilu legislatif dan seterusnya," kata Ali menjelaskan materi pemeriksaan Arief ketika itu.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang tersangka, yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

Baca juga: Kembali Periksa Advokat PDI-P, KPK Konfirmasi soal Rekaman Telepon

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

 

Sementara itu, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X