Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer dan Klarifikasi Wishnutama

Kompas.com - 27/02/2020, 07:03 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (tengah) bersama jajarannya mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020). Rapat kerja tersebut membahas perubahan atau pergeseran anggaran program dan kegiatan serta jenis belanja sesuai perubahan struktur organisasi Kementerian. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (tengah) bersama jajarannya mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020). Rapat kerja tersebut membahas perubahan atau pergeseran anggaran program dan kegiatan serta jenis belanja sesuai perubahan struktur organisasi Kementerian. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI segera merumuskan langkah untuk mengantisipasi dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) terhadap perekonomian dalam negeri. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor pariwisata.

Pemerintah ingin memastikan pariwisata di Indonesia tetap diminati oleh wisatawan mancanegara. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah pun mengucurkan insentif sebesar 298,5 Miliar untuk sektor pariwisata.

Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020) lalu.

"Insentif untuk wisatawan mancanegara ini pemerintah memberikan alokasi tambahan sebesar Rp 298,5 miliar," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers usai rapat.

Menurut Airlangga, tambahan anggaran itu akan dialokasikan untuk maskapai penerbangan dan agen perjalanan sebesar 98,5 Miliar.

Dengan suntikan tersebut, diharapkan maskapai penerbangan dan agen perjalanan bisa memberikan diskon sehingga menarik minat wisatawan.

"Kemudian ada untuk anggaran promosi Rp 103 miliar dan juga untuk kegiatan turisme sebesar Rp 25 miliar dan (media relation) dan influencer sebanyak Rp 72 miliar," ucap Airlangga.

Anggaran terakhir sebesar Rp 72 Miliar ramai dibincangkan publik di jagat media sosial. Banyak yang menilai anggaran untuk menggaet influencer itu terlalu besar.

Klarifikasi Menteri Pariwisata

Ramainya sorotan atas anggaran untuk influencer sebesar Rp 72 Miliar membuat Menteri Pariwisata Wishnutama buru-buru memberikan klarifikasi.

Berbeda dengan pernyataan Airlangga, Wishnutama menyebut anggaran Rp 72 Miliar itu tidak hanya untuk influencer, tapi juga berbagai komponen promosi pariwisata Indonesia.

Baca juga: Heboh Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ini Penjelasan Menteri Pariwisata

"Ini yang Rp 72 miliar itu bukan untuk influencer saja, ada banyak komponen promosi," kata Wishnutama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

"Jadi Rp 72 Miliar itu untuk promosi, fame trip, untuk pengenalan destinasi wisata. Salah satunya influencer," sambungnya.

Influencer Asing

Wishnutama juga menyebut, influencer yang akan digunakam pemerintah semuanya akan berasal dari luar negeri. Ia memastikan tak ada influencer asal Indonesia yang akan digaet. Sebab, sasaran promosi adalah untuk wisatawan mancanegara.

"Misal kita pilih (target wisatawan) dari Amerika, kita cari influencer Amerika dong. Gitu dong. Masa kita mau pengaruhi market Amerika, tapi pakai influencer dari Indonesia. Kan enggak ngaruh," kata mantan bos Net TV ini.

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 72 Miliar untuk Bayar Influencer demi Tingkatkan Pariwisata

Selain Amerika, Wishnutama menyebut sejumlah negara atau kawasan lain seperti Eropa, Australia, Timur Tengah dan India. Namun, menurut dia hal ini masih dalam kajian. Opsi yang paling memungkinkan adalah Australia.

"Australia itu kan sudah dekat, visitor banyak, spendingnya gede, paling mudah kalau bisa Australia dulu lah. Penerbangan 5-6 jam sudah sampai Indonesia," kata dia.

Namun Wishnutama mengaku belum mengetahui, berapa besar dari Rp 72 Miliar itu yang akan dialokasikan untuk influencer.

Menurut dia, hal itu perlu dibahas lebih lanjut. Pemerintah juga belum menentukan berapa banyak influencer yang akan digaet.

"Kita mesti hitung-hitung dulu cost-nya," kata dia.

Kritik

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, langkah pemerintah menganggarkan Rp 72 miliar untuk jasa influencer dan promosi media demi menggenjot pariwisata yang lesu karena penyebaran virus Corona adalah cara yang amatiran.

"Kalau soal influencer, saya kira ini ya mungkin cara-cara yang agak amatiran ya saya lihat, untuk membayar influencer supaya menggenjot tourism kita karena dampak corona virus," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 72 Miliar untuk Influencer, Fadli Zon: Ini Cara-cara Amatiran

Fadli mengatakan, persoalan yang perlu diselesaikan pemerintah adalah membangun kepercayaan publik.

Pemerintah, kata dia, harus meyakinkan wisatawan mancanegara bahwa Indonesia aman dari penyebaran virus corona.

"Persoalannya itu pada kepercayaan, trust. Kalau memang tidak ada corona virus di Indonesia, pasti orang akan datang kok, enggak akan khawatir dan tidak akan takut, enggak perlu ada influencer sebenernya gitu," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Besar UI: Situasi Pandemi Covid-19 Kesempatan Emas Paksa Pemerintah Kuatkan Political Will

Guru Besar UI: Situasi Pandemi Covid-19 Kesempatan Emas Paksa Pemerintah Kuatkan Political Will

Nasional
Nurdin Abdullah Tersangka, Hasto: Banyak yang Kaget, Sedih, karena Beliau Orang Baik

Nurdin Abdullah Tersangka, Hasto: Banyak yang Kaget, Sedih, karena Beliau Orang Baik

Nasional
Gubernur Nurdin Abdullah Tersangka KPK, PDI-P Siap Beri Advokasi

Gubernur Nurdin Abdullah Tersangka KPK, PDI-P Siap Beri Advokasi

Nasional
Baku Tembak di Intan Jaya, Papua, Satu Anggota KKB Tewas

Baku Tembak di Intan Jaya, Papua, Satu Anggota KKB Tewas

Nasional
Menkes Sebut Vaksin Pemerintah Ada 4: Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax

Menkes Sebut Vaksin Pemerintah Ada 4: Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax

Nasional
Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis terhadap Heru Hidayat di Kasus Jiwasraya

Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis terhadap Heru Hidayat di Kasus Jiwasraya

Nasional
Sosiolog UI: Pendekatan Komunitas untuk Atasi Covid-19 Lebih Unggul Dibanding Program Pemerintah Selama Ini

Sosiolog UI: Pendekatan Komunitas untuk Atasi Covid-19 Lebih Unggul Dibanding Program Pemerintah Selama Ini

Nasional
Nurdin Abdullah Tersangka, KSP: Kami Kaget, Apalagi Beliau Dikenal Kreatif dan Inovatif

Nurdin Abdullah Tersangka, KSP: Kami Kaget, Apalagi Beliau Dikenal Kreatif dan Inovatif

Nasional
Pemerintah Disarankan Mulai Tanggulangi Pandemi Covid-19 Berbasis Akar Rumput

Pemerintah Disarankan Mulai Tanggulangi Pandemi Covid-19 Berbasis Akar Rumput

Nasional
Menteri PPPA Optimistis Keterwakilan Perempuan di Legislatif Capai 30 Persen pada Pemilu 2024

Menteri PPPA Optimistis Keterwakilan Perempuan di Legislatif Capai 30 Persen pada Pemilu 2024

Nasional
Menko PMK Dorong Masjid Berperan Sosialisasikan Siaga Bencana

Menko PMK Dorong Masjid Berperan Sosialisasikan Siaga Bencana

Nasional
KPK: Gubernur Sulsel Sudah Lama Kenal Baik dengan Tersangka Pemberi Suap

KPK: Gubernur Sulsel Sudah Lama Kenal Baik dengan Tersangka Pemberi Suap

Nasional
Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Sama Sekali Tidak Tahu, Demi Allah

Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Sama Sekali Tidak Tahu, Demi Allah

Nasional
Kasus Korupsi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, KPK: Ada Tawar-Menawar Fee Proyek

Kasus Korupsi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, KPK: Ada Tawar-Menawar Fee Proyek

Nasional
Capai 1.329.074 Kasus, Pandemi Covid-19 di Tanah Air Belum Menurun

Capai 1.329.074 Kasus, Pandemi Covid-19 di Tanah Air Belum Menurun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X