Influencer Asing yang Akan Digandeng Pemerintah Promosikan Wisata dengan Anggaran Rp 72 Miliar

Kompas.com - 26/02/2020, 19:40 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio ditemui usai rapat koordinasi di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio ditemui usai rapat koordinasi di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Wishnutama mengatakan, influencer yang akan digaet pemerintah untuk mempromosikan pariwisata yang lesu akibat isu virus corona merupakan influencer luar negeri mempromosikan pariwisata Indonesia yang terimbas isu virus corona. 

Ia memastikan, tak ada influencer asal Indonesia yang akan digaet. Sebab, sasaran promosi adalah untuk wisatawan mancanegara.

"Misal kita pilih (target wisatawan) dari Amerika, kita cari influencer Amerika dong, begitu dong. Masa kita mau pengaruhi market Amerika, tapi pakai influencer dari Indonesia. Kan enggak ngaruh," kata Wishnutama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 72 Miliar untuk Influencer, Fadli Zon: Ini Cara-cara Amatiran

Pemerintah menganggarkan Rp 72 miliar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, termasuk membayar influencer.

Selain Amerika, Wishnutama menyebut sejumlah negara atau kawasan lain seperti Eropa, Australia, Timur Tengah, dan India.

Namun, menurut dia, rencana ini masih dalam kajian. Opsi yang paling memungkinkan adalah Australia.

"Australia itu kan sudah dekat, visitor banyak, spending-nya gede, paling mudah kalau bisa Australia dulu lah. Penerbangan 5-6 jam sudah sampai Indonesia," kata dia.

Pemerintah juga belum menentukan berapa banyak influencer yang akan digaet. "Kita mesti hitung-hitung dulu cost-nya," kata dia.

Baca juga: Heboh Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ini Penjelasan Menteri Pariwisata

Ia menegaskan, anggaran sebesar Rp 72 miliar itu tidak hanya untuk influencer, tetapi untuk berbagai komponen promosi pariwisata Indonesia.

"Jadi Rp 72 miliar itu untuk promosi, fame trip, untuk pengenalan destinasi wisata, salah satunya influencer," ujar dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Mencapai 15,1 Juta Dosis

Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Mencapai 15,1 Juta Dosis

Nasional
Puan Ajak Masyarakat Jadikan Ibadah Puasa sebagai Momentum Tingkatkan Takwa dan Kepedulian

Puan Ajak Masyarakat Jadikan Ibadah Puasa sebagai Momentum Tingkatkan Takwa dan Kepedulian

Nasional
Jokowi: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Negeri ini Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana

Jokowi: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Negeri ini Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana

Nasional
Kasus Suap Pajak di Kalsel, KPK Cari Truk yang Diduga Bawa Barang Bukti

Kasus Suap Pajak di Kalsel, KPK Cari Truk yang Diduga Bawa Barang Bukti

Nasional
Penyuap Juliari Batubara Akui Ada Istilah Bina Lingkungan di Kemensos

Penyuap Juliari Batubara Akui Ada Istilah Bina Lingkungan di Kemensos

Nasional
Jokowi Sebut Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Jokowi Sebut Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Nasional
Moeldoko Sebut Masa Transisi Pengelolaan TMII Sudah Dimulai

Moeldoko Sebut Masa Transisi Pengelolaan TMII Sudah Dimulai

Nasional
Pro-Kontra Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud: Kepentingan Investasi hingga Peningkatan Peran Dikti

Pro-Kontra Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud: Kepentingan Investasi hingga Peningkatan Peran Dikti

Nasional
Ada Istilah 'Titipan Pak Menteri' di Sidang Kasus Korupsi Bansos Covid-19 yang Libatkan Juliari Batubara

Ada Istilah "Titipan Pak Menteri" di Sidang Kasus Korupsi Bansos Covid-19 yang Libatkan Juliari Batubara

Nasional
Kemenkumham: UKP Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Berat Tidak Akan Hentikan Mekanisme Yudisial

Kemenkumham: UKP Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Berat Tidak Akan Hentikan Mekanisme Yudisial

Nasional
KPK Buka Peluang Proses Kembali Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

KPK Buka Peluang Proses Kembali Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

Nasional
Umat Islam yang Beribadah di Masjid Diharapkan Patuhi Protokol Kesehatan

Umat Islam yang Beribadah di Masjid Diharapkan Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional
Mantan Anggota BPK Rizal Djalil Dituntut 6 Tahun Penjara

Mantan Anggota BPK Rizal Djalil Dituntut 6 Tahun Penjara

Nasional
Kepala Bappenas Sebut Pembangunan Tahap Awal Ibu Kota Negara Tunggu Pengesahan UU IKN

Kepala Bappenas Sebut Pembangunan Tahap Awal Ibu Kota Negara Tunggu Pengesahan UU IKN

Nasional
Menag Yaqut: Masyarakat di Zona Oranye dan Merah Silakan Shalat Tarawih di Rumah

Menag Yaqut: Masyarakat di Zona Oranye dan Merah Silakan Shalat Tarawih di Rumah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X