Survei Ombudsman: Tingkat Malaadministrasi Yogyakarta Paling Rendah

Kompas.com - 26/02/2020, 18:21 WIB
Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020) KOMPAS.com/SANIA MASHABIAnggota Ombudsman RI Adrianus Meliala di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Ombudsman RI, indeks persepsi malaadministrasi di Provinsi DI Yogyakarta paling rendah.

"Indeks persepsi maladministrasi terendah adalah DI Yogyakarta dengan 3,50," kata Anggota Ombudsman Adrianus Meliala di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Setelah Yogyakarta, ada Gorontalo dengan tingkat malaadministrasi 4,05.

Baca juga: Ombudsman: Ada Potensi Malaadministrasi dalam Penggerebekan PSK yang Libatkan Andre Rosiade

Kemudian, ada Sulawesi Tengah dengan 4,15. Sulawesi Utara 4,19, Papua dengan 42,42, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 4,53.

Sementara itu, tingkat malaadministrasi sedang menunju rendah diisi oleh Kalimantan Utara dengan 4,55. Selanjutnya, ada Maluku Utara dengan 4,81.

Lalu, ada Aceh dengan 4,89. Terakhir, Maluku dengan 5,02.

Survei ini hanya dilakukan di 10 provinsi di Indonesia yang belum disurvei indeks persepsi malaadministrasinya oleh oleh Ombudsman di tahun sebelumnya.

Kabupaten yang dipilih menjadi lokasi penelitian adalah kabupaten dengan jumlah kecamatan terbanyak berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintah.

Baca juga: Kasus Driver Ojol Bawa Paksa Jenazah Bayi, Ombudsman: RSUP M Djamil Padang Malaadministrasi

Penelitian ini dilaksanakan sepanjang tahun 2019 menggunakan metode kuesioner.

Jumlah responden yang digunakan total 2.842, setiap provinsi hanya diambil kurang lebih 280 responden.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X