BNPB Sebut Observasi WNI di Sebaru Kecil Lebih Bagus dari Natuna

Kompas.com - 26/02/2020, 18:11 WIB
Penumpang meninggalkan kapal pesiar World Dream setelah karantina untuk mencegah penularan virus korona baru di Kai Tak Cruise Terminal di Hong Kong, China, Minggu (9/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/aww/cfo ANTARA FOTO/REUTERS/TYRONE SIUPenumpang meninggalkan kapal pesiar World Dream setelah karantina untuk mencegah penularan virus korona baru di Kai Tak Cruise Terminal di Hong Kong, China, Minggu (9/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/aww/cfo

 


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB Rustian memastikan fasilitas observasi terhadap 188 WNI dari kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, lebih bagus dibandingkan di Pulau Natuna.

"Dibandingkan dengan Natuna, Sebaru lebih bagus karena Sebaru ini adalah rumah," ujar Rustian di Halim Perdanakusuma, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Lokasi Observasi WNI yang Diturunkan dari Kapal World Dream di Pulau Sebaru Terus Disiapkan

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah menggelar observasi ratusan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China di Natuna.

Mereka menjalani 14 hari observasi sebelum dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Namun demikian, Rustian menegaskan jika observasi kali ini akan lebih bagus dibandingkan observasi di Natuna.

Baca juga: Ini Alasan Pulau Sebaru Kecil jadi Lokasi Observasi WNI Kru Kapal World Dream

Rustian menjelaskan di lokasi observasi tersebut sudah tersedia kamar yang didukung dengan fasilitas lengkap.

Selain itu, Rustian juga menuturkan petugas observasi juga menghadirkan peralatan medis, termasuk tersedianya ahli gizi.

"Ya lengkap, semua perlengkapan peralatan itu semua sudah lengkap. Peralatan, dokter-dokternya, bahkan ahli gizinya, sanitasinya, dan psikologinya juga ada," kata dia.

Baca juga: Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

Diketahui, observasi tersebut dikawal oleh tim komando tugas gabungan terpadu (Kogasgabpad) berjumlah 762 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan pihak swasta Artha Graha Peduli.

Mereka bertolak ke Pulau Sebaru dengan menggunakan KRI Banda Aceh (593) dalam rangka mengobservasi 188 WNI dari wabah virus corona.

Di mana para petugas gabungan itu akan menangani 188 WNI setelah tiba di Pulau Sebaru usai diangkut KRI dr Soeharso dari Selat Durian, Kepulauan Riau.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X