Bupati Sidoarjo Mengaku Setujui Pengusaha Beri Uang ke Klub Deltras

Kompas.com - 26/02/2020, 17:32 WIB
Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK , Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DBupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK , Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah mengaku sempat menyetujui pemberian uang senilai Rp 300 juta dari pengusaha konstruksi Ibnu Ghopur ke klub sepakbola Deltras Sidoarjo.

Saiful dan Ibnu merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Saiful mengaku heran permintaannya itu berujung pada penangkapan oleh KPK karena menurutnya uang yang diberikan oleh Ghopur adalah uang bantuan, bukan uang suap.

"Ya saya suruh ngasih aja gitu. Ya jadi kena permasalahan gini opo, ya toh. Berbuat baik belum tentu dinilai baik ya. Yo wis mohon doa lah ya," kata Saiful usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Kasus Bupati Sidoarjo, KPK Panggil Dua Eks Pengurus Klub Deltras Sidoarjo

Saiful menuturkan, selama ini ia kerap membiayai klub Deltras Sidoarjo karena Deltras berada di bawah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Saiful mengatakan, suatu ketika, Ibnu sempat menyampaikan kepadanya bahwa Ibnu ingin mengucurkan bantuan kepada Deltras.

Saiful pun mengiyakan tawaran itu dan memfasilitasinya karena Ibnu disebut tidak mengenal para pengurus Deltras Sidoarjo.

"Ya tapi langsung sebetulnya. Kan (Ibnu) eggak kenal sama pengurus Deltras, ya harus ngasih tau saya. Kalau enggak ngasih tahu ya enggak tahu," ujar Saiful.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Mengaku Tak Tahu Akan Terima Suap, tetapi Uang untuk Deltras

Adapun hari ini KPK memeriksa dua orang eks pengurus Deltras Sidoarjo, Mafirion dan Yudha Patama, sebagai saksi dalam kasus ini untuk tersangka Ibnu Ghopur.

"Ya enggak apa-apa, itu kan Deltras kan menerima uang dari saya gitu lho, mesti ditanya," kata Saiful menanggapi pemanggilan dua saksi itu.

Diberitakan, KPK mendalami kaitan kasus suap ini dengan pendanaan klub Deltras Sidoarjo saat memeriksa anak Saiful, Achmad Amir Aslichin, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Periksa Anak Bupati Sidoarjo Nonaktif, KPK Gali Pendanaan Klub Deltras Sidoarjo

"(Amir Diperiksa) mengenai kegiatannya selama aktif menjadi pengurus perkumpulan sepak bola Deltras Sidoarjo, dari mana sumber pendanaannya Deltras dan lain-lain," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Rabu malam pekan lalu.

Dalam kasus ini, Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah diduga menerima suap senilai Rp 550 juta dari pengusaha Ibnu Ghopur dan Totok agar perusahaan milik Ibnu dapat mengerjakan proyek infrastruktur.

Selain Saiful, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Sidoarjo Sunarti Setyaningsih serta pejabat pembuat komitmen pada Dinas PU dan BMSDA Sidoarjo Judi Tetrahastoto juga diduga menerima uang dari Ibnu dan Totok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JK: Stok Darah di PMI Menurun Hingga 50 Persen

JK: Stok Darah di PMI Menurun Hingga 50 Persen

Nasional
Doni Monardo: Paling Berat dari Pilkada adalah Adanya Kerumunan

Doni Monardo: Paling Berat dari Pilkada adalah Adanya Kerumunan

Nasional
JK Minta Masyarakat Tak Takut Donasikan Darah di Tengah Pandemi

JK Minta Masyarakat Tak Takut Donasikan Darah di Tengah Pandemi

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Bencana Hidrometeorologi Melanda Sukabumi, Bogor, hingga Singkawang

Bencana Hidrometeorologi Melanda Sukabumi, Bogor, hingga Singkawang

Nasional
UPDATE 22 September: 4.156 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

UPDATE 22 September: 4.156 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Nasional
Kemenkes Rekomendasikan Tiga Jenis Masker untuk Masyarakat

Kemenkes Rekomendasikan Tiga Jenis Masker untuk Masyarakat

Nasional
Wapres: Dosen Harus Keluar dari Gaya Konvensional dalam Pembelajaran Daring

Wapres: Dosen Harus Keluar dari Gaya Konvensional dalam Pembelajaran Daring

Nasional
Doni Monardo Sebut Persentase Kasus Aktif dan Kematian akibat Covid-19 Turun dalam Sepekan Terakhir

Doni Monardo Sebut Persentase Kasus Aktif dan Kematian akibat Covid-19 Turun dalam Sepekan Terakhir

Nasional
IDI Minta Kapasitas Pelayanan Kesehatan Ditambah Seiring Meningkatnya Kasus Covid-19

IDI Minta Kapasitas Pelayanan Kesehatan Ditambah Seiring Meningkatnya Kasus Covid-19

Nasional
Menlu Retno: 20-30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia pada 2020

Menlu Retno: 20-30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia pada 2020

Nasional
Satgas Minta Anggota Keluarga yang Memiliki Komorbid Dipisahkan dari yang Muda

Satgas Minta Anggota Keluarga yang Memiliki Komorbid Dipisahkan dari yang Muda

Nasional
Sejak UU Baru Disahkan, KPK Dinilai Kian Kehilangan Independensinya

Sejak UU Baru Disahkan, KPK Dinilai Kian Kehilangan Independensinya

Nasional
PP Muhammadiyah Minta Elite Parpol Tak Manfaatkan Pandemi Covid-19 sebagai Komoditas Politik Kekuasaan

PP Muhammadiyah Minta Elite Parpol Tak Manfaatkan Pandemi Covid-19 sebagai Komoditas Politik Kekuasaan

Nasional
KPK Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Suheri Terta, Terdakwa Penyuap Eks Gubernur Riau

KPK Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Suheri Terta, Terdakwa Penyuap Eks Gubernur Riau

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X