Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Kompas.com - 25/02/2020, 16:57 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (19/2/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPlt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (19/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (25/2/2020).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Arief dan Evi tak memenuhi panggilan akibat banjir yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta.

"Karena ada kendala teknis banjir tadi pagi, maka sesuai kesepakatan antara penyidik dan para saksi, pemeriksaan akan dijadwal ulang," kata Ali kepada wartawan, Selasa.

Baca juga: 3.565 Warga Mengungsi akibat Banjir Jakarta, Ini Lokasi Pengungsiannya

Berdasarkan jadwal, Arief dan Evi akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR yang melibatkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Dua saksi lainnya, anggota DPR dari Fraksi PDI-P Riezky Aprillia dan advokat Donny Tri Istiqomah juga tidak memenuhi panggilan KPK dan meminta penjadwalan ulang.

"Semua saksi-saksi kasus PAW sepakat dengan penyidik atur jadwal ulang. Ada konfirmasi," ujar Ali.

Baca juga: Wahyu Setiawan Tersangka, Arief Budiman Yakin Masih Banyak yang Percaya KPU

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

Wahyu menjadi tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X