Kompas.com - 25/02/2020, 07:37 WIB
Warga melewati jalan desa yang terendam banjir di Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (24/2/2020). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, sebanyak sekitar 80 persen wilayah Kota Pekalongan terdampak banjir akibat hujan sejak Minggu (23/2) sore dengan ketinggian air rata-rata mencapai 30-100 cm. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana PutraWarga melewati jalan desa yang terendam banjir di Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (24/2/2020). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, sebanyak sekitar 80 persen wilayah Kota Pekalongan terdampak banjir akibat hujan sejak Minggu (23/2) sore dengan ketinggian air rata-rata mencapai 30-100 cm. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data dan Infomasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrem di sebagian wilayah Tanah Air. 

Menurut informasi yang didapat Agus, curah hujan yang cukup ekstrem terjadi hingga April 2020.

"Puncaknya kan Februari tapi kan hujan itu masih terus berlangsung April kurang lebih dan sampai April itu kemungkinan ada terjadi juga yang kemungkinan ekstrem juga," kata Agus di Graha BNPB, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Agus meminta masyarakat waspada apabila turun hujan deras dalam waktu yang lama.

Baca juga: Waspadai Hujan Ekstrem hingga Februari 2020

Dikhawatirkan kondisi tersebut berpotensi memunculkan banjir.

"Jadi kita semua tetap harus selalu waspada, siaga siapa tahu akan ada hujan yang cukup lama sehingga bisa jadi banjir lagi," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Jakarta, menurut Agus, penyebab banjir bukan hanya karena curah hujan tinggi. 

Tetapi juga sistem pembuangan air hujan yang kurang baik.

"Sehingga ini hanya karena hujan lokal yang banyak sementara saluran airnya tidak cukup menampung sehingga terjadi banyak genangan di mana-mana," ungkap Agus.

Baca juga: Sejumlah Wilayah Jakarta Banjir, Anies Sebut Pengaruh Curah Hujan Ekstrem

Sebelumnya diberitakan, BMKG memprediksi curah hujan berlangsung dari Januari hingga awal Februari.

Curah hujan diprediksi akan tinggi di daerah Indonesia bagian barat dan selatan.

"Bulan Februari ini, kami menduga bahwa akan ada penguatan curah hujan di wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian barat dan selatan," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Iklim BMKG Supari, di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.