Survei Median: Prabowo Dipilih karena Tegas, Anies karena Religius

Kompas.com - 24/02/2020, 15:07 WIB
Menhan Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat pembekalan kepada siswa-siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020). Dalam pidatonya Menhan mendorong semua siswa SMA TN harus berprestasi di semua bidang profesi seperti bidang militer, ilmu pengetahuan dan olah raga. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp. ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDINMenhan Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat pembekalan kepada siswa-siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020). Dalam pidatonya Menhan mendorong semua siswa SMA TN harus berprestasi di semua bidang profesi seperti bidang militer, ilmu pengetahuan dan olah raga. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Media Survei Nasional ( Median) Rico Marbun mengungkapkan, ada empat alasan publik di balik tingginya elektabilitas Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024 berdasarkan hasil riset Median. 

"Sebanyak 34 persen responden menilai Prabowo tegas, sebanyak 12,1 persen responden menilai Prabowo berwibawa. Kemudian, sebanyak 4,4 persen responden menilai Prabowo berani, 4,4 persen menilai Prabowo mampu memimpin," kata Rico dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Survei Median: Elektabilitas Prabowo di Pilpres 2024 Tertinggi

Rico juga menyampaikan, ada tiga alasan responden memilih Anies Baswedan.

Menurut dia, berdasarkan jawaban responden, mereka memilih Anies karena religius dan dekat dengan ulama (15,1 persen), cerdas dan pintar (11,3 persen), serta karena tutur kata bagus (8,8 persen). 

Rico juga mengungkapkan tiga alasan responden memilih Sandiaga Uno.

Menurut dia, sebanyak 14 responden menilai Sandiaga cerdas dan pintar. Kemudian, 8,7 persen responden menilai Sandiaga sosok yang peduli dan dermawan.

"Sebanyak 8,7 persen responden memilih dia karena latar belakang pengusaha," ujar Rico.

Selain itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mendapat atensi dari responden.

Ada tiga hal yang membuat responden memilih AHY, yakni muda (13,3 persen), merupakan penerus Susilo Bambang Yudhoyono/SBY (12,7 persen), dan karena tegas (12 persen).

Terakhir, Rico mengungkapkan empat alasan responden memilih Ridwan Kamil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baleg Gelar RDPU RUU Pemilu, DKPP Diusulkan Kembali Jadi Lembaga Ad Hoc

Baleg Gelar RDPU RUU Pemilu, DKPP Diusulkan Kembali Jadi Lembaga Ad Hoc

Nasional
Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Ingin Hidupkan Pam Swakarsa

Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Ingin Hidupkan Pam Swakarsa

Nasional
Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai Pekan Depan

Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai Pekan Depan

Nasional
Ceritakan Perjalanan Karier, Jaksa Pinangki Mengaku Tak Pernah Duduki Jabatan Strategis

Ceritakan Perjalanan Karier, Jaksa Pinangki Mengaku Tak Pernah Duduki Jabatan Strategis

Nasional
Soal Banjir Kalsel, Moeldoko Klaim Pemerintah Tak Obral Izin Tambang dan Sawit

Soal Banjir Kalsel, Moeldoko Klaim Pemerintah Tak Obral Izin Tambang dan Sawit

Nasional
Sambil Menangis, Jaksa Pinangki Mengaku Menyesal Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Sambil Menangis, Jaksa Pinangki Mengaku Menyesal Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Nasional
KPK Terus Kembangkan Kasus Suap Juliari Batubara

KPK Terus Kembangkan Kasus Suap Juliari Batubara

Nasional
Tanggapi Moeldoko soal Menteri Positif Covid-19, Epidemiolog: Harus Diumumkan

Tanggapi Moeldoko soal Menteri Positif Covid-19, Epidemiolog: Harus Diumumkan

Nasional
Menteri Tak Umumkan Terpapar Covid-19, Epidemiolog: Belum Terlambat Bilang Maaf

Menteri Tak Umumkan Terpapar Covid-19, Epidemiolog: Belum Terlambat Bilang Maaf

Nasional
Epidemiolog: Pengumuman Pejabat Publik yang Positif Covid-19 Bisa Perkuat Pesan Pencegahan

Epidemiolog: Pengumuman Pejabat Publik yang Positif Covid-19 Bisa Perkuat Pesan Pencegahan

Nasional
Pemerintah Berencana Perpanjang PPKM, Moeldoko Singgung Kedisiplinan Masyarakat

Pemerintah Berencana Perpanjang PPKM, Moeldoko Singgung Kedisiplinan Masyarakat

Nasional
KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Salah Satunya Harun Masiku

KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Salah Satunya Harun Masiku

Nasional
Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur hingga Pimpinan Perusahaan

Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur hingga Pimpinan Perusahaan

Nasional
Apresiasi Komitmen Listyo, Komnas HAM Berharap Rekomendasi soal Penembakan FPI Segera Ditindaklanjuti

Apresiasi Komitmen Listyo, Komnas HAM Berharap Rekomendasi soal Penembakan FPI Segera Ditindaklanjuti

Nasional
Kemenkes Sebut Vaksinasi Mandiri Covid-19 Bisa Percepat Herd Immunity

Kemenkes Sebut Vaksinasi Mandiri Covid-19 Bisa Percepat Herd Immunity

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X