Saksi Ungkap Adanya Penyerahan Uang Rp 2 Miliar ke Aspri Imam Nahrawi

Kompas.com - 21/02/2020, 15:21 WIB
Menpora Imam Nahrawi hari Senin (25/2) siang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bakti menerima audiensi dari Direktur Utama PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansyur di Ruang Rapat Lantai 10 Kemenpora, Senayan, Jakarta. Pertemuan ini dalam rangka terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap motor bergengsi di dunia Moto GP pada tahun 2021.(foto:satria/kemenpora.go.id) KemenporaMenpora Imam Nahrawi hari Senin (25/2) siang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bakti menerima audiensi dari Direktur Utama PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansyur di Ruang Rapat Lantai 10 Kemenpora, Senayan, Jakarta. Pertemuan ini dalam rangka terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap motor bergengsi di dunia Moto GP pada tahun 2021.(foto:satria/kemenpora.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Tahun 2017, Chandra Bakti, mengaku pernah mendengar informasi penyerahan uang Rp 2 miliar ke asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Menurut Chandra, ia mengetahui informasi tersebut dari Manajer Pencairan Anggaran Program Satlak Prima, Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok.

Hal itu diungkap oleh Chandra saat bersaksi untuk Imam, terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi dari sejumlah pihak.

"Iya, jadi waktu itu ini ada temuan BPK terkait PPK-nya si Edward alias Ucok ini. Karena Ucok tidak lagi PPK, saya yang sudah menggantikan beliau, mengganti si Edward. Kemudian Edward saya panggil. Temuan BPK itu terkait masalah anggaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan itu sekitar Rp 10 miliar," kata Chandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Gratifikasi Imam Nahrawi: Untuk Desain Rumah hingga Beli Tiket F1

"Itu tahun 2016. Saya panggil Ucok ini harus clear kalau tidak nanti disclaimer. Nah beliau si Edward cerita (soal penyerahan uang Rp 2 miliar)," lanjut dia.

Selanjutnya Chandra mengonfirmasi keterangannya dalam penyidikan yang dibacakan jaksa KPK.

Berdasarkan keterangan Chandra, ia pernah mendengar dari Edward yang diminta uang sebesar Rp 2 miliar oleh Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima, Tommy Suhartono untuk Imam Nahrawi.

Kemudian, Edward mengonfirmasi hal tersebut ke staf khusus Menpora bernama Zainun dan dibenarkan oleh Zainun sendiri.

Uang itu diminta diserahkan melalui eks atlet bulutangkis sekaligus mantan Wakil Ketua Satlak Prima, Taufik Hidayat.

Baca juga: Jaksa Telusuri Tagihan Kartu Kredit Aspri Imam Nahrawi

Masih menurut keterangan Chandra, Edward melalui temannya menyerahkan uang Rp 2 miliar itu ke Taufik Hidayat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X