Ketua MPR Desak Penegak Hukum Fokus dalam Perampasan Aset Koruptor

Kompas.com - 19/02/2020, 16:28 WIB
Ilustrasi KOMPAS/SUPRIYANTOIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Agung lebih fokus untuk melakukan asset recovery atau perampasan aset pada harta terpidana kasus korupsi.

Hal ini ia sampaikan terkait dengan rilis Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut tren penindakan korupsi di Indonesia tahun 2019 menurun dibanding 2018.

"Fokus dalam menerapkan konsep asset recovery dalam upaya memiskinkan pelaku korupsi agar menimbulkan efek jera," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/2/2020).

"Sebagaimana dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang berencana memprioritaskan asset recovery tersebut dalam rangka pengembalian kerugian," sambung dia.

Baca juga: Data KPK, Angka Penindakan Korupsi pada 2018 Turun 41,2 Persen

 

Bambang juga meminta pemerintah dan lembaga pemberantasan korupsi segera merumuskan strategi baru untuk mencegah praktik suap.

Selain itu, lebih mengoptimalkan penggunaan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pidana korporasi untuk memaksimalkan pengembalian aset negara.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah melakukan evaluasi mekanisme perizinan sektor sumber daya alam dan lingkungan.

Sebab, kata Bambang, sektor tersebut yang rentan terjadi praktik suap.

"Kepada pemerintah untuk mengevaluasi keseluruhan mekanisme perizinan sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup," ucapnya.

Baca juga: Catatan ICW, Tren Penindakan Korupsi Turun Jadi 271 Kasus

 

Sebelumnya, ICW mencatat tren penindakan kasus korupsi pada 2019 menurun bila dibandingkan 2018. Dari 454 kasus yang ditangani menjadi 271 kasus.

Peneliti ICW Tama S Langkun menduga, penurunan tersebut dipengaruhi bergesernya prioritas pemerintah dalam memberantas korupsi yakni melalui upaya pencegahan.

"Boleh jadi ke sana arahnya, jadi upayanya pencegahan. Bahkan KPK sekarang didorong untuk pencegahan, makanya penanganan perkaranya ke depan bisa turun karena didorong pencegahan," kata Tama di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X