Kompas.com - 19/02/2020, 15:12 WIB
Sekjen Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Agus Setiadji menyambangi kediaman Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOSekjen Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Agus Setiadji menyambangi kediaman Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) Laksdya TNI Agus Setiadji menyatakan, Indonesia siap memberikan bantuan kepada negara di kawasan ASEAN yang terpapar virus corona.

Hal itu diungkapkan Agus saat menghadiri pertemuan ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Retreat di Hanoi, Vietnam, Rabu (19/2/2020).

"Indonesia siap memberikan bantuan jika diperlukan," ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Cegah Virus Corona, PUPR Tingkatkan Air Bersih dan Sanitasi di 5 Destinasi Wisata

Agus menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dengan wabah virus corona yang telah berdampak luas dan menjadi masalah global.

Ia turut berbelasungkawa kepada para korban dari negara-negara anggota ASEAN.

Agus menjelaskan, penyebaran virus corona telah membuat sejumlah negara anggota ASEAN mengambil langkah preventif dengan menghentikan sementara penerbangan dari atau ke China, termasuk Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga telah mengevakuasi 237 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, yang merupakan pusat penyebaran virus corona.

Agus mengatakan, sebelum virus corona menjadi epidemi, komunitas internasional juga diserang oleh beberapa penyakit epidemi.

Seperti virus Flu Burung (H5N1) yang mengejutkan dunia pada pertengahan 2000-an. Kemudian virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang juga memiliki epidemi pada akhir tahun 2002.

Lalu virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada 2012 yang pertama kali terdeteksi di Arab Saudi.

Baca juga: Virus Corona Buat Pariwisata Dunia Lesu

Agus menilai penting bagi negara-negara anggota ASEAN untuk meningkatkan ketahanan terhadap semua bentuk ancaman biologis yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan masyarakat ASEAN.

"Masalah ini membutuhkan perhatian khusus dan tindakan konkrit. Semoga negara yang terkena dampak dapat diatasi dan kita dapat mencegah penyebaran virus," terang dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Sarankan KPK Gabung SPPTI guna Cegah Kongkalikong Penanganan Perkara

Mahfud Sarankan KPK Gabung SPPTI guna Cegah Kongkalikong Penanganan Perkara

Nasional
Susi Pudjiastuti: Presidential Threshold Tak Memungkinkan Orang Non-Parpol Nyapres

Susi Pudjiastuti: Presidential Threshold Tak Memungkinkan Orang Non-Parpol Nyapres

Nasional
Partai Demokrat Ajukan Gugatan Baru terhadap 12 Orang Mantan Kader

Partai Demokrat Ajukan Gugatan Baru terhadap 12 Orang Mantan Kader

Nasional
Ngabalin Sebut 'Reshuffle' Kabinet Dilakukan Pekan Ini

Ngabalin Sebut "Reshuffle" Kabinet Dilakukan Pekan Ini

Nasional
Korlantas Polri Luncurkan Aplikasi SINAR, Perpanjang SIM Cukup Lewat Handphone

Korlantas Polri Luncurkan Aplikasi SINAR, Perpanjang SIM Cukup Lewat Handphone

Nasional
Wagub Sebut Tidak Ada Lagi Wilayah Terisolasi akibat Bencana NTT

Wagub Sebut Tidak Ada Lagi Wilayah Terisolasi akibat Bencana NTT

Nasional
UPDATE 13 April: Sebaran Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat dengan 1.456 Kasus

UPDATE 13 April: Sebaran Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat dengan 1.456 Kasus

Nasional
Soal SBY Daftarkan Merek Demokrat ke Kemenkumham, Begini Kata Partai

Soal SBY Daftarkan Merek Demokrat ke Kemenkumham, Begini Kata Partai

Nasional
Wagub NTT soal Pemulihan Listrik Pasca-Bencana: 70 Persen Sudah Menyala

Wagub NTT soal Pemulihan Listrik Pasca-Bencana: 70 Persen Sudah Menyala

Nasional
UPDATE 13 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 108.599 Kasus

UPDATE 13 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 108.599 Kasus

Nasional
MUI Minta Umat Islam Dukung Kebijakan Pemerintah Tanggulangi Covid-19

MUI Minta Umat Islam Dukung Kebijakan Pemerintah Tanggulangi Covid-19

Nasional
Tempat Wisata Tetap Buka Meski Mudik Dilarang, Anggota DPR: Masyarakat Akan Bingung

Tempat Wisata Tetap Buka Meski Mudik Dilarang, Anggota DPR: Masyarakat Akan Bingung

Nasional
UPDATE 13 April: 10.373.963 Orang Sudah Vaksinasi Covid-19, 5.431.997 di Antaranya Sudah Dosis Ke-2

UPDATE 13 April: 10.373.963 Orang Sudah Vaksinasi Covid-19, 5.431.997 di Antaranya Sudah Dosis Ke-2

Nasional
Ada Ancaman Siklon Tropis, BNPB Keluarkan Peringatan Dini ke 30 Wilayah

Ada Ancaman Siklon Tropis, BNPB Keluarkan Peringatan Dini ke 30 Wilayah

Nasional
UPDATE 13 April: 77.522 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 13 April: 77.522 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X