Anggota DPR Johan Budi Minta Kepala BPIP Stop Bicara kepada Media

Kompas.com - 18/02/2020, 19:21 WIB
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Rapat tersebut membahas program kerja BPIP. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoKepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Rapat tersebut membahas program kerja BPIP. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II DPR Fraksi PDI-P Johan Budi meminta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Yudian Wahyudi tidak lagi berbicara secara langsung kepada media.

Menurut Johan, banyak kerugian yang ditimbulkan jika Yudian memberikan pernyataan kepada media.

"Saya menyarankan Pak Yudian fokus saja kepada tugas kepala BPIP dan tidak lagi bicara dengan media. Karena kalau bicara dengan media, lebih banyak mudaratnya," kata Johan dalam di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: BPIP dan KPK Kerja Sama Bumikan Pancasila

Ia meminta Yudian menunjuk juru bicara yang bisa mewakili dalam memberikan pernyataan pers.

Johan menilai Yudian yang berlatar belakang akademisi belum terbiasa berhadapan langsung dengan media.

"Bapak wakilkan saja. Tadi kan bapak mengakui, bahwa karena terbiasa dengan dunia kampus, sehingga bicara dengan media memang harus lebih memahami soal konteks," tuturnya.

Menurut Johan, Yudian lebih baik berfokus pada tugasnya sebagai Kepala BPIP yang mesti berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: BPIP Berencana Gunakan YouTube hingga TikTok untuk Sosialisasi Pancasila

"Bapak lebih fokus kepada tugas sebagai Kepala BPIP saja. Yang memberi laporan kepada Presiden, karena mandatnya adalah itu," kata Johan.

Saran dari Johan itu berkaitan dengan pernyataan Yudian sebelumnya di salah satu media.

Ucapan Yudian memancing polemik setelah dia berbicara soal hubungan agama dan Pancasila di media tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X