Menpar Sebut Tiket Pesawat dan Tarif Hotel Akan Didiskon hingga 30 Persen

Kompas.com - 17/02/2020, 20:52 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberi keterangan kepada wartawan usai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020) sore. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberi keterangan kepada wartawan usai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020) sore.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan, pemerintah bakal memberikan diskon tiket pesawat dan tarif hotel untuk meningkatkan kembali pariwisata Indonesia yang lesu akibat virus corona.

"Yang terkait industri pariwisata. Pesawat, hotel. Antara 25 sampai 30 persen. Syukur-syukur bisa lebih. Kita lagi perhitungkan," kata Wishnutama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ia mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan skema pemberlakuan diskon tiket pesawat dan tarif hotel.

Baca juga: Pariwisata Lesu, Pemerintah Pertimbangkan Diskon 30 Persen untuk Wisatawan

Ia mengaku telah mengumpulkan 33 maskapai penerbangan untuk membicarakan skema diskon tiket pesawat.

Ia berharap maskapai BUMN dan swasta bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk merealisasikan skema diskon tiket.

Wishnutama mengatakan, sejauh ini maskapai-maskapai menyambut baik rencana tersebut. Karenanya, pemerintah juga akan menyiapkan insentif bagi maskapai penerbangan yang memberikan diskon kepada penumpang.

Namun, pemerintah juga meminta maskapai yang mendapat kompensasi untuk membuka sejumlah rute baru demi menarik penumpang dari rute baru, terutama wisatawan mancanegara.

"Kita minta tambah frekuensi penerbangan atau membuka destinasi baru. Ada beberapa juga. Jadi karena yang terkena dari sisi Tiongkok, Singapura, dan Hong Kong. Kita juga cari potensi lain yang mungkin hub-nya dari Korea, Jepang, Taipei, juga dari barat, misalnya Dubai, Qatar, Istanbul," lanjut dia.

"Dan kita akan memberikan (misalnya) harga landing fee yang lebih murah, harga fuel yang lebih murah atau kompetitif, kita masih bahas. Ini banyak sekali komponen untuk menyelamatkan industri pariwisata kita," ujar Wishnutama.

Baca juga: Akibat Isu Virus Corona, Pariwisata Bali Diperkirakan Merugi Rp 1 Triliun Per Bulan

Wishnutama sebelumnya memprediksi kerugian pariwisata Indonesia akibat terhentinya penerbangan dari dan ke China sekitar 4 juta dollar AS.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X