Kompas.com - 15/02/2020, 17:03 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, tak ada pemantauan secara khusus untuk warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari observasi di Natuna, Kepulauan Riau.

Sebanyak 285 WNI telah menjalani obsevasi selama dua pekan pasca-dievakuasi dari lokasi terdampak virus corona di Provinsi Hubei, China.

"Mereka dalam kondisi sehat kalaupun dinas kesehatan sebagai tracking saja membantu kalau ada apa yang dikeluhkan," kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Baca juga: WNI yang Selesai Diobservasi di Natuna Kantongi Sertifikat Sehat

Terawan membantah isu warga yang pulang dari Natuna akan diinkubasi selama di rumah.

Menurut Terawan, mereka bebas melakukan apapun yang diinginkan tanpa ada pemantauan khusus dari pemerintah.

"Tidak jadi Dinas Kesehatan itu hanya membantu kalau mereka ini sekarang menjadi duta-duta kesehatan. Untuk sekalian juga memberi tahu bahwa mereka itu sehat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, warga yang sudah diobservasi hanya diminta melapor jika merasa ada keluhan kesehatan.

"Tidak ada pengawasan khusus tapi mereka diminta memberikan informasi apabila di hari mendatang ada yang dirasa tidak enak," ungkap Anung.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 285 warga negara Indonesia (WNI) yang sudah menjalani karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Mereka sudah tiba di daerah masing-masing. 

Baca juga: Terawan: 238 WNI yang Sudah Diobservasi di Natuna Adalah Orang Sehat

Pesawat pertama Boeing 737 yang membawa para WNI tiba di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020) sore.

Pesawat pertama itu turut ditumpangi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Saya baru saja mendarat bersama rombongan pertama mengangkut 100-an orang," kata Terawan kepada pers setibanya di Halim Perdanakusuma, pukul 15.35 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.