Observasi Kesehatan Selesai, WNI di Natuna Dibawa ke Jakarta Hari Ini

Kompas.com - 15/02/2020, 09:02 WIB
Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang. SCREENSHOT VIDEO KEMENKES RISemua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - 237 Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orang Warga negara asing (WNA) telah selesai menjalani observasi kesehatan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pasca-evakuasi dari lokasi terdampak virus corona di Provinsi Hubei, China.

Mereka akan dipulangkan ke Jakarta hari ini (15/2/2020).

Pemulangan dilakukan setelah WNI dan WNA tersebut menjalani observasi selama dua pekan di Natuna.

Baca juga: Anies Pastikan Keamanan 12 Warga Jakarta yang Akan Dipulangkan dari Natuna

Mereka diperkirakan berangkat dari Natuna pukul 14.00 WIB melalui Lanud Raden Sadjad ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Nanti dari Natuna itu kita prediksikan sekitar jam 14.00, setelah mereka selesai makan siang langsung diterbangkan ke Halim," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto pada Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Kerahkan empat pesawat

Yuri mengatakan, pemerintah akan menggunakan empat pesawat untuk memulangkan WNI dan kru kesehatan yang diobservasi.

Jenis pesawat yang akan digunakan di antaranya Boeing dan Hercules.

Menurut Yuri, jika dilihat dari jumlah WNI yang dievakuasi dari China, proses pemulangan dari lokasi observasi cukup dengan menggunakan tiga pesawat.

Namun, karena ada kru kesehatan di lokasi maka perlu tambahan satu pesawat lagi.

"Tetapi kan tim pendukung yang berasal dari TNI dan sebagainya itu kan juga harus ikut pulang. Yang dari Kemenkes, yang mendampingi mereka selama 14 hari ini kan banyak. Dari Kemenkes ada, dari batalion kesehatan Marinir juga ada, itu kan mereka juga harus pulang," ujar Yuri.

Baca juga: Mereka Menanti Pulangnya Almer yang Jalani Observasi Corona di Natuna

Sebelum pulang ke Jakarta, warga yang diobservasi akan dicek kesehatannya secara berkala.

Sehingga semua yang dipulangkan ke Jakarta dipastikan berada dalam kondisi sehat.

"Untuk pemeriksaan suhu pagi dan malam. Tapi kan kita bersama mereka include dengan mereka, inklusif dengan mereka, jadi kalau mereka punya keluhan punya apa, ingin konsultasi enggak ada masalah," ungkapnya.

Disambut pemerintah daerah

Setelah sampai di Halim, lanjut Yuri, mereka akan disambut oleh pemerintah daerah masing-masing.

Pemerintah daerah, nantinya bertugas memulangkan warganya ke kampung halaman. 

"Dan nanti kita akan serahkan ke provinsi perwakilannya untuk selanjutnya mereka yang akan mengatur kepulangan," ungkapnya.

Namun, Yuri melanjutkan, perlu waktu lebih untuk memulangkan WNI yang berdomisili di Aceh ataupun Papua dari Jakarta.

Maka dari itu, WNI yang berasal dari Aceh, Papua daerah lain di luar pulau Jawa akan diinapkan di Jakarta terlebih dahulu.

Baca juga: 285 WNI Akan Dipulangkan dari Natuna Besok, Berikut Nama-nama Daerah Asal Mereka

"Membutuhkan waktu lagi untuk teman-teman yang dari Papua, Papua barat kemudian yang dari Aceh karena kan mungkin connecting flight langsungkan belum ya pemesanan tiket dan sebagainya. Sehingga mungkin mereka nanti akan diajak bermalam oleh pemda-nya," imbuhnya.

Dalam kondisi sehat

Yuri meminta masyarakat tak terlalu khawatir dengan kepulangan WNI dari Natuna ke Jakarta.

Sebab, kata dia, yang dipulangkan ke Indonesia sampai saat ini masih dinyatakan negatif dari virus corona.

"Iya (tidak usah khawatir). Enggak ada masalah lah kalau memang dia negatif," ujar Yuri.

Ia optimis sejak awal WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei terbebas dari virus corona.

Namun, semua itu harus dibuktikan terlebih dahulu melalui observasi kesehatan.

"Saya ngerti tentang gejala-gejalanya. Tapi kan kita bukan hanya membutuhkan keyakinan, kita menbutuhkan data. Membutuhkan fakta," ucapnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

Nasional
Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

Nasional
Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

Nasional
Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

Nasional
Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

Nasional
Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Nasional
Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Nasional
Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Nasional
Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

Nasional
RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

Nasional
Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

Nasional
Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

Nasional
Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

Nasional
Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

Nasional
Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X