Dari Kembang hingga Mobil Gegana, Jelang Gelar Doktor HC Puan Maharani

Kompas.com - 14/02/2020, 12:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) terkait Kesiapan Perluasan Penyaluran Bantuan pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap IV November 2018, di Jakarta, Kamis (8/11/2018). Dok. Humas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) terkait Kesiapan Perluasan Penyaluran Bantuan pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap IV November 2018, di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

KOMPAS.com - Gelar doktor kehormatan alias honoris causa dari Universitas Diponegoro ( Undip) akan melekat pada sosok Ketua DPR, Puan Maharani, Jumat (14/2/2020).

Sejak Jumat pagi, persiapan sudah berlangsung. Ribuan kembang ucapan selamat, berderet.

Kembang-kembang dari menteri Kabinet Indonesia Maju, kepala daerah, politisi, petinggi perusahaan dan kader PDI Perjuangan, berjajar dari jalan masuk selatan area kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Sepanjang ruas dari Fakultas Peternakan hingga menjelang Gedung Widya Puraya, penuh kembang ucapan selamat di sisi kanan dan kiri.

Baca juga: Puan Maharani Minta Keamanan dan Kenyamanan Warga Natuna Terjaga

Pusatnya tentu saja di Gedung Prof Soedarto SH yang menjadi lokasi pengukuhan gelar bagi Puan.

Kembang ucapan untuk Puan Maharani, yang akan menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Diponegoro (Undip). Pengukuhan digelar di Gedung Prof Soedarto SH, kampus Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020).KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Kembang ucapan untuk Puan Maharani, yang akan menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Diponegoro (Undip). Pengukuhan digelar di Gedung Prof Soedarto SH, kampus Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020).

Di area gedung ini, pengamanan ekstra juga tampak nyata. Mobil Gegana, Baracuda dan pasukan bermotor Brimob, menjadi bagian dari pengamanan yang kasat mata.

Serba pertama

Puan akan menerima gelar doktor honoris causa dari Undip dalam bidang kebudayaan dan kebijakan pembangunan manusia.

“Tawaran sudah datang sejak saya masih di Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), pengukuhannya baru sekarang,” ujar Puan, dalam resepsi menjelang pengukuhan gelar ini, Kamis (13/2/2020) malam, di Semarang, Jawa Tengah

Baca juga: Puan Maharani Bertemu Sri Sultan HB X, Ini yang Dibahas

Menurut dia, Undip adalah pemberi tawaran pertama untuk gelar kehormatan ini.

“Banyak yang menawarkan, tetapi Undip yang pertama,” tegas dia.

Bagi Puan, gelar ini adalah sejarah. Ini, ujar dia, adalah gelar pertama doktor kehormatan yang dia terima.

Momen pemberian gelar juga serba pertama. Saat ini, Puan adalah perempuan pertama yang pernah menjadi Ketua DPR dalam sejarah Indonesia.

Dia juga kader pertama PDI Perjuangan yang menjadi Ketua DPR, sekalipun partai tersebut tiga kali menjadi pemenang pemilu.

Tentu saja, Puan juga adalah cucu dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Baca juga: Puan Maharani: DPR Akan Bantu Pemerintah Dorong Laju Perekonomian

Rektor Undip, Yos Johan Utama, menyatakan Puan adalah penerima gelar doktor kehormatan yang ke-13 dalam sejarah Undip.

Itu pun, tegas dia, Puan adalah yang pertama diusulkan sekaligus oleh dua fakultas.

“Biasanya hanya usulan dari satu fakultas,” ujar Yos, Kamis malam di lokasi yang sama.

Ketua DPR Puan Maharani (kiri) dan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama, Kamis (13/2/2020) malam, usai resepsi menjelang pengukuhan doktor honoris causa untuk Puan.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Ketua DPR Puan Maharani (kiri) dan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama, Kamis (13/2/2020) malam, usai resepsi menjelang pengukuhan doktor honoris causa untuk Puan.

Dua fakultas di Undip yang mengusulkan gelar doktor kehormatan bagi Puan adalah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Yos mengatakan, proses pemberian gelar di Undip dilakukan sangat cermat di setiap jenjang. Setelah usulan dari fakultas, pengujian kelayakan gelar pun melibatkan para akademisi Undip hingga jenjang Guru Besar.

“Prosesnya panjang. Mohon maaf karenanya jadi lama. (Keputusan) tanpa ada satu pun keberatan. Aklamasi disetujui,” tegas Yos.

Puan dan perempuan

Dalam kesempatan itu, Puan menegaskan segala capaiannya hingga hari ini harus dimaknai pula sebagai upaya membuka pintu lebih lebar bagi perempuan untuk berkarya bagi Indonesia.

Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Minta Perilaku Koruptif Dihilangkan dari Hulu

“Saya tidak hanya perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR, tetapi juga yang termuda,” sebut dia memberi contoh.

Puan menyatakan, keberadaannya pun mewakili keseluruhan perempuan Indonesia.

Ketua DPR periode 2019-2024 Puan Maharani (kanan) mengacungkan palu disaksikan Wakil Ketua M Aziz Syamsuddin (kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kiri), Rahmad Gobel (ketiga kiri), dan Muhaimin Iskandar (keempat kiri) usai pelantikan dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Ketua DPR periode 2019-2024 Puan Maharani (kanan) mengacungkan palu disaksikan Wakil Ketua M Aziz Syamsuddin (kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kiri), Rahmad Gobel (ketiga kiri), dan Muhaimin Iskandar (keempat kiri) usai pelantikan dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
“Bahwa sekat-sekat yang membatasi perempuan untuk punya jabatan tinggi di Republik (Indonesia) sudah tak ada,” ujar dia.

Siapa pun, lanjut Puan, bisa berkarya dan menjadi apa saja asal mau berjuang, bekerja keras, dan berusaha.

Puan tak menampik, capaiannya saat ini tak lepas pula dari “karpet merah” dari trah keluarga.

Baca juga: Cerita Puan Maharani dan Muhadjir Effendy tentang Patung Soekarno di Meksiko...

“Iya, betul, ada ‘karpet merah’. Tapi (capaian saya sekarang) bukan berarti itu dilakukan tiba-tiba. (Tetap melewati dan) perlu perjuangan dan semangat, keyakinan, dan kemauan,” ungkap Puan.

Dia pun lalu bertutur bahwa capek dan lelah kadang ingin dia keluhkan. Namun, teguran sang ibunda, Megawati Soekarnoputri, langsung meredamnya.

“Puan, kamu itu sudah lebih enak dari Mama. Dulu mama naik oplet, bus. Kamu naik mobil,” ujar menyebut salah satu komentar Megawati tiap kali gelagat lelah ditampakkan Puan.

Capek, tegas Puan, adalah niscaya. Namun, capaian yang bermakna semestinya tak didapat secara instan.

Ketua DPR Puan Maharani berfoto berdua dengan Presiden kelima Indonesia yang juga ibu Puan, Megawati Soekarnoputri, Kamis (13/2/2020) malam, dalam resepsi menjelang pengukuhan doktor honoris causa yang didapatkan Puan dari Universitas Diponegoro (Undip).KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Ketua DPR Puan Maharani berfoto berdua dengan Presiden kelima Indonesia yang juga ibu Puan, Megawati Soekarnoputri, Kamis (13/2/2020) malam, dalam resepsi menjelang pengukuhan doktor honoris causa yang didapatkan Puan dari Universitas Diponegoro (Undip).

Perempuan, tegas Puan, bisa membuat karya dan capaian apa saja kalau mau.

“... Kalau berjuang. Tidak perlu merasa tidak bisa, karena memang bisa. Ada kesempatan lebar asal mau gunakan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Baca juga: Cerita Puan Maharani soal Trik Raih Suara Terbanyak saat Pemilu 2019

Gelar doktor honoris causa yang didapat dari Undip, imbuh Puan, adalah yang pertama dan masih jauh dari yang sudah didapat Megawati.

Buat catatan, Megawati saat ini telah mendapat sembilan gelar doktor kehormatan dari dalam dan luar negeri.

“Enggak buat menyaingi ibu saya. Enggak mungkin lah. Tapi semoga bisa mendekati apa yang didapati ibu Mega,” tutur Puan.

Meski demikian, Puan menyebut bahwa gelar kehormatan akademis ini bukanlah tujuan akhir. Justru, kata dia, ini adalah tantangan komitmen untuk konsisten membangun berdasarkan jati diri bangsa, yaitu Pancasila.

Video prosesi dan pidato pengukuhan dapat disimak dalam sejumlah link berikut ini:

Akun Facebook DPR di link https://www.facebook.com/DPRRI/videos/522709681690710/
Akun YouTube DPR di link: https://youtu.be/nj_RD6ihRE4
Akun Twitter DPR di link: https://twitter.com/dpr_ri/status/1228205385787428865?s=21
Akun Periscope DPR di link: https://www.pscp.tv/w/cRY2lDFkclFlWnlPcnhZS2J8MXZBeFJCUGRMT3l4bFzVZFfU0hXf2s5W7xMbm5bpk3Ikh-QBXO1jxl96LShl?t=1s
Layanan streaming TVR parlemen di link: http://www.dpr.go.id/serba-serbi/tv-parlemen

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X