BNN Sebut China dan Myanmar Kuasai Sindikat Peredaran Narkoba

Kompas.com - 14/02/2020, 10:00 WIB
Inspektur Utama Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Eko Daniyanto di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.com/Devina HalimInspektur Utama Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Eko Daniyanto di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Inspektur Utama Badan Narkotika Nasional ( BNN) Irjen Eko Daniyanto menuturkan, kebanyakan narkoba di dunia, termasuk Indonesia, berasal dari China dan Myanmar.

Hal itu diungkapkan Eko saat ditemui di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

"Sekarang ini dunia dikuasai oleh dua kekuatan besar, China dengan Myanmar. Sekarang lebih banyak dari Myanmar. Makanya sekarang sindikat bagaimana berkolaborasi dengan sindikat yang lain untuk masuk ke Indonesia atau ke Malaysia," ungkap Eko.

Baca juga: Sabu Cair dalam Kemasan Mainan Anak-anak Diduga Berasal dari Malaysia

Menurutnya, sindikat pengedar narkoba tersebut menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

Eko mengatakan, Indonesia masih menjadi tujuan utama para bandar tersebut yang menggunakan Malaysia sebagai jalur transit.

Baru-baru ini, modus yang dilakukan adalah menggunakan mainan anak.

"Sekarang dia menggunakan bola. Kalau kita pegang itu semacam bola mainan anak-anak. Kalau dipukul dia nyala tapi dalamnya adalah sabu cair," ujarnya.

Baca juga: Penghuni Lapas Cipinang Kendalikan Peredaran Sabu Cair dengan Kemasan Mainan Anak

Modus penyelundupan tersebut diakuinya bukan yang pertama kali. Ketika ia menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, kasus serupa pernah diungkap di tahun 2019.

Menurutnya, masih sulit membedakan antara mainan anak berbentuk bola tersebut dengan mainan yang telah diisi sabu cair.

Namun, kata Eko, aparat akan mendeteksi dan mengecek benda-benda yang dicurigai sebagai medium penyelundupan narkoba.

Baca juga: Sabu Cair di Diskotek MG Disamarkan dengan Sebutan Vitamin

Ia pun mengajak partisipasi masyarakat dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.

"Ini luar biasa, memang harus kita antisipasi semuanya dan masyarakat jangan diam diri. Jangan terlalu mengandalkan kita tetapi semua berpartisipasi," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Dalami Peran dan Arahan Juliari Batubara Terkait Pengadaan Bansos

KPK Dalami Peran dan Arahan Juliari Batubara Terkait Pengadaan Bansos

Nasional
Uang Suap dalam Kasus Edhy Prabowo Diduga Digunakan untuk Beli 'Wine'

Uang Suap dalam Kasus Edhy Prabowo Diduga Digunakan untuk Beli "Wine"

Nasional
KPK Ingatkan Saksi Kasus Edhy Prabowo Kooperatif dan Beri Keterangan Jujur

KPK Ingatkan Saksi Kasus Edhy Prabowo Kooperatif dan Beri Keterangan Jujur

Nasional
Satgas Covid-19: Ada 47 Kabupaten/Kota dengan Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur RS di Atas 70 Persen

Satgas Covid-19: Ada 47 Kabupaten/Kota dengan Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur RS di Atas 70 Persen

Nasional
Ancaman Mutasi Virus Corona, ILUNI UI Dukung Larangan WNA Masuk Indonesia

Ancaman Mutasi Virus Corona, ILUNI UI Dukung Larangan WNA Masuk Indonesia

Nasional
Panglima TNI Mutasi 50 Perwira Tinggi, Terbanyak dari Angkatan Darat

Panglima TNI Mutasi 50 Perwira Tinggi, Terbanyak dari Angkatan Darat

Nasional
Ngabalin Bantah Kecurigaan Natalius Pigai soal Rasialisme Buzzer Dikendalikan Kekuasaan

Ngabalin Bantah Kecurigaan Natalius Pigai soal Rasialisme Buzzer Dikendalikan Kekuasaan

Nasional
Daripada Denda Masyarakat yang Tak Patuh Pakai Masker, Epidemiolog Sarankan Ini untuk Pemerintah

Daripada Denda Masyarakat yang Tak Patuh Pakai Masker, Epidemiolog Sarankan Ini untuk Pemerintah

Nasional
Kemenkes Tegaskan Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Pemerintah

Kemenkes Tegaskan Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Pemerintah

Nasional
Fokus Penanganan Pandemi, PERSI Minta Pemerintah Tunda Aturan Klasifikasi Rumah Sakit

Fokus Penanganan Pandemi, PERSI Minta Pemerintah Tunda Aturan Klasifikasi Rumah Sakit

Nasional
TNI Teken Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa dengan Mitra

TNI Teken Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa dengan Mitra

Nasional
Eijkman Minta Pemerintah Siapkan Strategi Pendistribusian Vaksin

Eijkman Minta Pemerintah Siapkan Strategi Pendistribusian Vaksin

Nasional
Partai Demokrat Setuju Revisi UU Pemilu Atur Pilkada 2022 dan 2023

Partai Demokrat Setuju Revisi UU Pemilu Atur Pilkada 2022 dan 2023

Nasional
Menristek: Uji Klinis Fase 1 Vaksin Merah Putih Paling Cepat Pertengahan 2021

Menristek: Uji Klinis Fase 1 Vaksin Merah Putih Paling Cepat Pertengahan 2021

Nasional
Kasus Suap Pengurusan DAK, Kepala Bappenda Labuhanbatu Utara Segera Disidang

Kasus Suap Pengurusan DAK, Kepala Bappenda Labuhanbatu Utara Segera Disidang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X