Ditanya soal Aliran Uang, Kepala Sekretariat DPP PDI-P: Ngeri Kali...

Kompas.com - 13/02/2020, 16:41 WIB
Kepala Sekretariat DPP PDI-P Yoseph Aryo Adhi Dharma meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai diperiksa penyidik, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKepala Sekretariat DPP PDI-P Yoseph Aryo Adhi Dharma meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai diperiksa penyidik, Kamis (13/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekretariat DPP PDI-P Yoseph Aryo Adhi Dharmo memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjadi saksi kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR, Kamis (13/2/2020).

Selepas pemeriksaan, Yoseph tampak terkejut dan mengelak saat ditanya wartawan soal sumber uang suap untuk eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dalam kasus ini.

"Ngeri kali, ngeri kali, ngeri kali, ngeri kali, ngeri kali, ngeri kali kawan," kata Yoseph sambil meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Kamis siang.

Baca juga: Kasus Wahyu Setiawan, KPK Panggil Kepala Sekretariat PDI-P

Yoseph kemudian mengaku ditanya soal aliran dana suap saat diperiksa oleh penyidik. Ia mengaku hanya ditanya soal kegiatan-kegiatan di DPP PDI-P.

"Biasa, soal mekanisme. Soal rapat pleno, itu aja, mekanisme rapat-rapat. Oh enggak ada (ditanya soal aliran uang), enggak ada, ujar Yoseph.

Hari ini, Yoseph diperiksa untuk tersangka Wahyu Setiawan. Sebelumnya, mantan Kepala Sekretariat DPP PDI-P Irwansyah juga telah diperiksa KPK.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

Baca juga: Periksa Sekretaris KPU Papua Barat Terkait Kasus Wahyu Setiawan, Ini yang Didalami KPK

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X