Seorang Tersangka Penipuan Putri Arab Saudi Masuk DPO Polisi

Kompas.com - 13/02/2020, 13:10 WIB
Nampak depan Vila Kama dan Amrita Tedja di Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Gianyar. KOMPAS.com/IMAM ROSIDINNampak depan Vila Kama dan Amrita Tedja di Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Gianyar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memasukkan tersangka penipuan terhadap Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud berinisial EMC ke dalam Daftar Pencarian Orang ( DPO).

"EMC ini sudah berstatus DPO," ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes (Pol) Endar Priantoro ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (13/2/2020).

Endar menuturkan, penyidik terus mencari keberadaan EMC.

Baca juga: Ini Janji Tersangka Penipu Hingga Putri Arab Saudi Rugi Rp 512 Miliar

Selain itu, kata Endar, penyidik juga masih mendata aset-aset para tersangka untuk disita.

"Anggota masih di lapangan untuk proses penyitaan, nanti kalau sudah signifikan kami infokan," ujar dia.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua tersangka.

Selain EMC yang masih diburu polisi, satu tersangka lainnya berinisial EAH. Diketahui, EMC merupakan ibu dari EAH.

Sementara itu, EAH telah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: Putri Arab Saudi Kenal Penipunya di Malaysia, Sering Bertemu, hingga Undang ke Saudi

Akibat kasus penipuan tersebut, Putri Lolowah menderita kerugian sekitar Rp 512 miliar.

Awalnya, Putri Lolowah mengirim uang Rp 505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X