Pernyataan Peneliti Harvard soal Virus Corona dan Perlawanan Terawan...

Kompas.com - 12/02/2020, 11:41 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Rapat kerja tersebut membahas pencegahan dan penanganan virus korona di Indonesia serta upaya perlindungan kesehatan Warga Negara Indonesia yang berada di China dan negara lain. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Rapat kerja tersebut membahas pencegahan dan penanganan virus korona di Indonesia serta upaya perlindungan kesehatan Warga Negara Indonesia yang berada di China dan negara lain. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menjadi salah satu negara yang belum terpapar virus corona sejak penyakit tersebut mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, setidaknya sejak bulan lalu.

Meski ada beberapa pasien yang diduga terpapar virus 2019-nCoV (novel coronavirus) tersebut, tetapi hasilnya selalu negatif.

Sebanyak 238 orang yang dievakuasi dari Provinsi Hubei dan diobservasi di Natuna pun diketahui dalam kondisi sehat.

Melihat fakta tersebut, ahli epidemiologi Marc Lipsitch dari Harvard TH Chan School of Public Health menduga bahwa sebenarnya virus corona telah menyebar di Indonesia, tetapi tak terdeteksi.

Baca juga: Ahli Harvard Peringatkan, Virus Corona di Indonesia Tak Terdeteksi

Hal tersebut akan menimbulkan potensi bagi virus tersebut membentuk epidemi yang jauh lebih besar.

Pernyataan itu membuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meradang. Tidak terima dengan pernyataan itu, Terawan pun membuat sejumlah pernyataan keras.

Berikut paparannya:

Dianggap menghina

Terawan tidak terima dengan pernyataan bahwa Indonesia tak dapat mendeteksi virus corona. Menurut dia, Indonesia memiliki sejumlah peralatan canggih untuk mendeteksi virus corona.

"Itu namanya menghina, wong peralatan kita kemarin di-fix-kan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS). Kita menggunakan kit-nya (alat) dari AS," ujar Terawan seusai rapat di Kantor TNP2K, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Peneliti Harvard Sebut Virus Corona di Indonesia Tak Terdeteksi, Menkes: Itu Menghina

Terawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah bekerja sesuai standar internasional dalam melakukan proses pengecekan virus corona.

Tidak hanya peneliti Harvard, Terawan pun mempersilakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melihat proses pengecekan yang dilakukan di Indonesia dengan alat yang mereka miliki.

"Kita terbuka kok, enggak ada yang ditutup-tutupi. Tapi kalau disuruh compare ke negara lain itu namanya ada MTA, material transfer agreement-nya. Tidak boleh material itu dibawa keluar, ada perjanjian luarnya," tutur dia.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya saat memberikan masker upaya pencegahan virus Corona di Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya saat memberikan masker upaya pencegahan virus Corona di Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

Persilakan periksa

Pada prinsipnya, kata Terawan, Kemenkes sangat transparan sehingga mempersilakan apabila peneliti Harvard itu ingin memeriksa laboratorium dan proses pemeriksaannya.

Langkah ini akan dilakukan agar tidak ada lagi yang menyangsikan hasil deteksi yang telah dilakukan terhadap dugaan virus corona di Indonesia.

"Negara lain yang sudah terakreditasi sudah mengakui, WHO juga sudah mengakui, alat juga dari sana," kata Terawan.

"Kalau ada orang lain mau melakukan survei dan dugaan ya, silakan saja, tapi jangan mendiskreditkan suatu negara," ucap mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini.

Baca juga: Kemenkes Periksa 59 Sampel, Semuanya Negatif Virus Corona

Perlu bersyukur

Terawan mengatakan, belum adanya virus corona yang terdeteksi di Indonesia juga seharusnya tidak perlu dipertanyakan.

Apalagi, kata dia, pemerintah telah waspada melakukan pencegahan dan deteksi terhadap orang-orang yang diduga terpapar virus corona.

"Kita semua waspada tinggi, melakukan hal-hal yang paling level kewaspadaannya paling tinggi, dan peralatan yang dipakai juga peralatan internasional," kata Terawan.

"Kalau tidak (ada temuan virus corona) ya justru disyukuri, bukan dipertanyakan. Itu yang saya tak habis mengerti, kita justru harus bersyukur Yang Maha Kuasa masih memberkahi kita," lanjut dia.

Baca juga: Menkes: Belum Ada Virus Corona Terdeteksi Harusnya Bersyukur, Bukan Dipertanyakan

Oleh karena itu, Terawan pun berharap tidak ada yang menyangsikan persoalan tersebut.

Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020).KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020).

Pencegahan virus corona

Sejumlah langkah sudah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mencegah penyebaran virus corona.

Langkah itu mulai dari pemasangan thermoscanner di pintu-pintu kedatangan bandara dan pelabuhan.

Tim dari Kementerian Kesehatan juga disiagakan di pintu-pintu tersebut untuk memeriksa setiap orang yang datang dari luar negeri, khususnya China.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Kemenkes Siagakan Thermoscanner di 135 Pintu Masuk RI

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia juga menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut mulai Rabu (5/2/2020).

Hal itu diputuskan setelah Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (2/2/2020).

Rapat tersebut membahas kepulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China.

Pemerintah juga mencabut untuk sementara visa bebas visa dan visa on arrival untuk warga negara China.

"Kebijakan visa bebas kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT (China) yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara dihentikan," kata Menlu.

Baca juga: RI Tangguhkan Fasilitas Bebas Visa dan Visa On Arrival bagi WN China

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Menurut Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, 238 orang WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari akan dipantau kondisi kesehatannya saat tiba di daerah asalnya.  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Menurut Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, 238 orang WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari akan dipantau kondisi kesehatannya saat tiba di daerah asalnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
Pemerintah juga telah mengevakuasi 238 orang yang berada di Provinsi Hubei, China untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kendati demikian ada tujuh orang yang tidak kembali ke Indonesia, empat orang tidak bersedia dievakuasi atas kehendak sendiri, sedangkan tiga lainnya tidak lolos screening kesehatan oleh Pemerintah China.

Adapun sejumlah WNI yang dievakuasi tersebut langsung diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau untuk dilakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan terkait dengan kemungkinan terpapar virus corona.

Namun, Menteri Kesehatan Terawan, memastikan bahwa kondisi ke-238 orang tersebut dalam kondisi sehat dan pada 15 Februari ini observasi mereka di Natuna sudah rampung.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolri Minta Jangan Ada Blokade Jalan yang Ganggu Distribusi Logistik

Kapolri Minta Jangan Ada Blokade Jalan yang Ganggu Distribusi Logistik

Nasional
Lebih dari 18 Ribu Orang Mendaftar sebagai Relawan Penanggulangan Covid-19

Lebih dari 18 Ribu Orang Mendaftar sebagai Relawan Penanggulangan Covid-19

Nasional
337 Kasus Baru Covid-19 dari 14 Provinsi: 236 di DKI dan Perdana di NTT

337 Kasus Baru Covid-19 dari 14 Provinsi: 236 di DKI dan Perdana di NTT

Nasional
Pemerintah Terima Donasi Rp 193 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Terima Donasi Rp 193 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Nasional
Jubir Pemerintah: Lebih dari 35.000 Dokter Tangani Pasien Covid-19

Jubir Pemerintah: Lebih dari 35.000 Dokter Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Komnas HAM: Buruh Berhak Digaji di Kondisi Darurat

Komnas HAM: Buruh Berhak Digaji di Kondisi Darurat

Nasional
Jokowi: Tidak Bisa Begitu Saja Melarang, karena Ada yang Mudik karena Alasan Ekonomi

Jokowi: Tidak Bisa Begitu Saja Melarang, karena Ada yang Mudik karena Alasan Ekonomi

Nasional
Jokowi: Bantuan Tunai Rp 1,8 Juta Akan Disalurkan ke 9 Juta Keluarga

Jokowi: Bantuan Tunai Rp 1,8 Juta Akan Disalurkan ke 9 Juta Keluarga

Nasional
Dompet Dhuafa Turun Tangan Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Dompet Dhuafa Turun Tangan Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Nasional
Gerak Cepat DPR Awasi Tugas Pemerintah Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Gerak Cepat DPR Awasi Tugas Pemerintah Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Nasional
Kemenag Gandeng Provider Gratiskan Internet Madrasah Selama Belajar Online

Kemenag Gandeng Provider Gratiskan Internet Madrasah Selama Belajar Online

Nasional
Jokowi: 4,2 Juta Warga Jabodetabek Dapat Sembako Senilai Rp 1,8 Juta

Jokowi: 4,2 Juta Warga Jabodetabek Dapat Sembako Senilai Rp 1,8 Juta

Nasional
UPDATE: Bertambah 30, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 252 Orang

UPDATE: Bertambah 30, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 252 Orang

Nasional
Komnas HAM Minta Pemerintah Pastikan Napi Korupsi Jaga Jarak

Komnas HAM Minta Pemerintah Pastikan Napi Korupsi Jaga Jarak

Nasional
Tambah Daya Tampung Pasien dan Tenaga Medis, Pemerintah Siapkan 3 Tower Wisma Atlet

Tambah Daya Tampung Pasien dan Tenaga Medis, Pemerintah Siapkan 3 Tower Wisma Atlet

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X