Perjalanan Zulkifli Hasan Pertahankan Posisi Ketua Umum PAN 2 Periode

Kompas.com - 12/02/2020, 06:31 WIB
Kericuhan kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKericuhan kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Seperti diketahui, persaingan ketua umum semaki ketat. Ada empat kandidat dalam pemilihan ketua umum PAN periode 2020-2025, mereka adalah Zulkifli Hasan, Drajad Wibowo, Mulfachri Harahap dan Asman Abnur.

Namun, Asman Abnur memutuskan mundur dari pencalonannya.

"Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan ini," kata Asman di Hotel Claro, Kendari, Selasa (11/2/2020).

Pecahkan rekor Ketua Umum 2 periode

Pemilihan Ketua Umum PAN dalam Kongres V ini menjadi pemecah rekor. Sebab, Zulkifli Hasan menjadi Ketua Umum PAN pertama yang menjabat dua periode.

Baca juga: Zulkifli Hasan Buka Kongres V PAN Tanpa Dihadiri Amien Rais

Sejak PAN berdiri, sosok pemimpin PAN selalu berubah dalam satu kali lima tahun. Mulai dari Amien Rais yang menjabat sebagai Ketua Umum PAN periode 1998-2005.

Kemudian dilanjutkan oleh, Soetrisno Bachir pada periode 2005-2010, Hatta Rajasa periode 2010-2015 dan terakhir Zulkifli Hasan periode 2015 - 2020.

Ricuh lempar-lemparan kursi 

Meskipun meraup dukungan besar, perjalanan Zulkifli Hasan mempertahankan kursi ketua umum tidak berjalan mulus.

Pada hari pertama Kongres V PAN, terjadi kericuhan karena sejumlah massa meminta panitia menutup pendaftaran peserta kongres.

Baca juga: Zulkifli Hasan Tunjuk Hatta Rajasa Jadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai

Hal ini harus dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan panitia Steering Committe (SC) Kongres V PAN, bahwa pendaftaran peserta kongres dilakukan pada pukul 08.00 sampai 12.00 WITA. Namun, hingga pukul 14.23 registrasi peserta masih dibuka.

Selasa, (12/2/2020), pada hari kedua Kongres V PAN kericuhan kembali terjadi. Kali ini, kericuhan terjadi di dalam ruangan rapat pleno terkait tata tertib pelaksanaan kongres di Lantai 2, Hotel Claro, Kendari.

Bahkan, terjadi aksi saling dorong dan lempar kursi antar-peserta kongres, sehingga mengakibatkan sejumlah peserta mengalami luka-luka dibagian kepala.

Baca juga: Kongres V PAN Ricuh, Seorang Peserta Kena Serangan Jantung

Aparat keamanan yang berjaga di area kongres terus mencoba mengendalikan situasi, namun aksi lempar-lempar peserta belum terkendali.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dari atas podium meminta peserta mengakhiri lempar-lemparan kursi dan kembali duduk ditempat masing-masing.

"Zulhas di sini saudara-saudara ku, duduk di kursi masing-masing, Lempar-lemparan stop cukup, Ambil tempat duduk masing-masing," kata Zulkifli.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Berencana Merger Bank Syariah BUMN

Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Berencana Merger Bank Syariah BUMN

Nasional
Partai Gerindra Gelar Kongres Luar Biasa 8 Agustus, Ini yang Akan Dibahas

Partai Gerindra Gelar Kongres Luar Biasa 8 Agustus, Ini yang Akan Dibahas

Nasional
Kasus Fetish Kain Jarik Bisa Memperjelas Definisi Hasrat Seksual di RUU PKS

Kasus Fetish Kain Jarik Bisa Memperjelas Definisi Hasrat Seksual di RUU PKS

Nasional
Pakar: Pemidanaan Korporasi Justru untuk Menyehatkan Korporasi

Pakar: Pemidanaan Korporasi Justru untuk Menyehatkan Korporasi

Nasional
Protokol Diperketat, Kini Wajib Tunjukkan Hasil Swab Saat Masuk Istana

Protokol Diperketat, Kini Wajib Tunjukkan Hasil Swab Saat Masuk Istana

Nasional
Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Nasional
Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

Nasional
Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Nasional
Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Nasional
Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Nasional
Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Nasional
Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X