Menlu: Pemerintah Segera Data WNI Terduga Teroris Lintas Batas

Kompas.com - 11/02/2020, 12:52 WIB
Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2020). KOMPAS.com/Dian Erika Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah belum menentukan sikap atas pemulangan warga negara Indonesia atau WNI terduga teroris lintas batas.

Pemerintah akan melakukan pendataan untuk memastikan jumlah WNI yang berada di kawasan Timur Tengah itu.

"Kalau ditanya posisi kita, sejauh ini adalah akan melakukan pendataan terlebih dahulu," ujar Retno Marsudi di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2020).

Baca juga: PBNU Tegaskan Tolak Rencana Pemulangan WNI Terduga Teroris Lintas Batas

Menurut Retno, data WNI yang dimaksud saat ini masih simpang siur. Sehingga, perlu ada verifikasi atas data-data yang masuk.

"Karena data yang kita terima banyak sekali yang simpang siur. Jadi kami ingin memverifikasi. Itu saja yang dapat saya sampaikan pada titik ini," ucap Retno.

Diberitakan sebelumnya, saat ini terdapat 660 orang WNI yang diduga sebagai teroris pelintas batas, sebagian besar di antaranya mantan anggota kelompok teror ISIS.

Mereka rencananya akan dipulangkan ke Tanah Air.

Baca juga: Mahfud MD akan Lapor Jokowi Langkah Alternatif soal Pemulangan WNI Terduga Teroris

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan, ada dua alternatif terkait WNI tersebut.

"Satu akan dipulangkan, yang kedua tak akan dipulangkan," ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Dalam opsi pertama, pemerintah berencana memulangkan mereka karena bagian dari WNI.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X