Dinamika Kongres V PAN: Ricuh, Dugaan Curang, hingga Jokowi-Amien Rais Tak Hadiri Pembukaan

Kompas.com - 11/02/2020, 10:05 WIB
Ketua Steering Commite (SC) Kongres PAN Eddy Soeparno, Ketua Organizing Commite (OC) Eko Hendro Purnomo di Kantor DPP PAN, Jalan Daksa I Kebayoran Baru, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Steering Commite (SC) Kongres PAN Eddy Soeparno, Ketua Organizing Commite (OC) Eko Hendro Purnomo di Kantor DPP PAN, Jalan Daksa I Kebayoran Baru, Kamis (30/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) resmi diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020).

Sejumlah dinamika terjadi dalam pelaksanaan kongres, yang salah satu agendanya melaksanakan pemilihan ketua umum untuk periode 2020-2025.

Berikut sejumlah dinamika yang berhasil dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber:

Diawali kericuhan

Kericuhan ini bermula saat sejumlah kader partai berlambang matahari terbit itu mempersoalkan sikap panitia yang memperpanjang masa registrasi peserta.

Sedianya, registrasi yang dilaksanakan di Hotel Claro, Kendari antara pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Namun, hingga pukul 14.30 Wita, panitia masih membuka pendaftaran tersebut.

Baca juga: Sandiaga Harap Ketum Baru Bawa PAN Jadi Partai Kritis Konstruktif Ke Pemerintah

Sejumlah peserta yang tidak terima pun langsung memprotes panitia. Kericuhan sendiri tak dapat terelakkan.

Menurut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kericuhan itu terjadi karena Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN dari Maluku dan Maluku Utara belum terdaftar sebagai peserta kongres.

Ia pun menyesalkan kericuhan yang terjadi di lokasi kongres, karena mengakibatkan peralatan panitia yang digunakan untuk pendaftaran rusak. Sehingga, panita pun menjadi terhambat dalam bekerja.

Baca juga: Zulkifli Hasan Buka Kongres V PAN Tanpa Dihadiri Amien Rais

"Ngamuk-ngamuk yang dipimpin oleh Saudara Asri Anas, kemudian komputernya lima itu diambil. Teman-teman OC (organizing committee) kan enggak bisa kerja," ujar Zulkifli Hasan.

"Karena komputernya di situ. Jadi kerjanya bagaimana? Manual? Jadi yang salah siapa? Ya yang merebut itu. Jelas sekali itu," imbuh dia.

Untuk diketahui, Asri Anas merupakan koordinator tim pemenangan Mulfachri Harahap, yang turut menjadi bakal calon ketua umum pada kontestasi ini.

Berbeda dari calon lainnya, Mulfachri menggandeng Hanafi Rais sebagai Sekretaris Jenderal PAN bila kelak terpilih.

Baca juga: Sandiaga Uno Hadiri Kongres V PAN di Kendari Sulawesi Tenggara

Pada akhirnya, Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) memutuskan pendaftaran peserta diperpanjang hingga Selasa (11/2/2020) pagi sebelum pelaksanaan pleno pertama.

"Kami bertekad untuk memperpanjang proses pendaftaran itu apakah sampai tengah malam ini atau sampai dengan besok hari sampai sebelum pelaksanaan pleno pertama," kata Ketua SC Eddy Soeparno di arena Kongres V PAN, seperti dilansir dari Antara.

Perpanjangan waktu ini diharapkan memberikan kesempatan yang cukup bagi peserta yang belum mendaftar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICW: 75 Pegawai Dibebas Tugas, Upaya Pimpinan KPK Hambat Perkara Korupsi Besar

ICW: 75 Pegawai Dibebas Tugas, Upaya Pimpinan KPK Hambat Perkara Korupsi Besar

Nasional
Mengingat Kembali Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Ketika Mahasiswa di Dalam Kampus Ditembaki

Mengingat Kembali Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Ketika Mahasiswa di Dalam Kampus Ditembaki

Nasional
Ada Potensi Kerumunan Usai Shalat Id, Menko PMK Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Ada Potensi Kerumunan Usai Shalat Id, Menko PMK Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Nasional
Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Nasional
Deretan 5 Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Deretan 5 Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Nasional
BW Sebut SK Pembebasan Tugas Pegawai KPK Bertentangan dengan Putusan MK

BW Sebut SK Pembebasan Tugas Pegawai KPK Bertentangan dengan Putusan MK

Nasional
75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Kasus, BW: Akan Terjadi Delay Justice

75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Kasus, BW: Akan Terjadi Delay Justice

Nasional
'Mereka Bahagia Sekali, Ada yang Terima Rp 15 Juta, Rp 20 Juta...'

"Mereka Bahagia Sekali, Ada yang Terima Rp 15 Juta, Rp 20 Juta..."

Nasional
Pimpinan Komisi III DPR Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tidak Diberhentikan

Pimpinan Komisi III DPR Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tidak Diberhentikan

Nasional
75 Pegawainya Dibebastugaskan, KPK Koordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB

75 Pegawainya Dibebastugaskan, KPK Koordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB

Nasional
75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Perkara yang Ditanganinya, Hanya Boleh Bekerja Sesuai Arahan Atasan

75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Perkara yang Ditanganinya, Hanya Boleh Bekerja Sesuai Arahan Atasan

Nasional
Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran

Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran

Nasional
NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

Nasional
Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Makin Tinggi Jabatan, Makin Mahal Setoran

Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Makin Tinggi Jabatan, Makin Mahal Setoran

Nasional
Cegah Covid-19, Satgas: Jangan Silaturahmi secara Fisik Saat Lebaran

Cegah Covid-19, Satgas: Jangan Silaturahmi secara Fisik Saat Lebaran

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X