Soal Rekonstruksi Kasus Novel, KPK: Kami Yakin Polisi Punya Strategi

Kompas.com - 07/02/2020, 22:15 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (23/1/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPlt Juru Bicara KPK Ali Fikri memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (23/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mendorong Polri terus mengembangkan kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan hingga menemukan auktor intelektualisnya.

Hal itu disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai tanggapan soal rekonstruksi penyerangan Novel yang digelar di kediaman Novel pada Jumat (7/2/2020) dini hari tadi.

"KPK hanya bisa mendorong perkara penanganan perkara yang bisa segera diselesaikan secara tuntas dan sampai pada auktor intelektualis di balik itu semua siapa, jadi tidak berhenti pada orang yang kita tahu ditetapkan sebagai tersangka," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jumat malam.

Baca juga: Polri Sebut Rekonstruksi Kasus Novel untuk Lengkapi Berkas Perkara

Ali enggan mengomentari rekonstruksi yang digelar pagi buta sebagaimana yang dianggap janggal oleh Novel sendiri.

Ali mengatakan, hal tersebut telah masuk dalam aspek teknis sehingga KPK tidak akan ikut campur.

"Kami menyakini teman-teman penyidik di kepolisian pun punya strategi dalam proses penyelesaian perkaranya," ujar Ali.

Diberitakan, Novel merasa ada sedikit kejanggalan terkait rekonstruksi adegan yang berlangsung pada Jumat dini hari di sekitar rumahnya.

Menurut Novel, seharusnya tempat dan waktu rekonstruksi tidak harus sama persis dengan saat peristiwa terjadi.

"Rekonstruksi kan mestinya dibikin lebih terang. Tempatnya enggak harus di sini, waktunya juga enggak harus sama, dan lain-lain," kata Novel di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat pagi.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Mata Novel Baswedan Dikabarkan Menurun

Akan tetapi, Novel tidak mau berspekulasi lebih jauh terkait pemilihan waktu dan tempat dilaksanakannya rekonstruksi.

"Tentunya penyidik punya pertimbangan sendiri dan saya tidak mau mencampuri," ucap Novel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.