Kompas.com - 07/02/2020, 19:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) segera mengeluarkan pelarangan penempatan tenaga kerja Indonesia ke China.

Pelarangan ini akan dimuat dalam surat edaran yang ditujukan kepada perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdaftar.

Langkah tersebut menyusul merebaknya virus corona di China, khususnya Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Baca juga: Update Virus Corona 7 Februari: 31.493 Orang Terinfeksi, 638 Meninggal

"Kemenaker akan segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang terdaftar untuk melarang melakukan penempatan ke wilayah daratan Tiongkok," kata Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Maptuha, saat konferensi pers di kantor Kemenaker, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2020).

Selain China, pelarangan penempatan tenaga kerja juga akan diberlakukan untuk wilayah Hong Kong dan Taiwan.

Menurut Maptuha, di samping mengeluarkan larangan, pihaknya juga akan mengedukasi calon pekerja migran mengenai kondisi yang saat ini terjadi di China, khususnya Wuhan.

Sementara itu, terkait tenaga kerja asing (TKA) asal China yang tengah berlibur ke negara asalnya dalam rangka Imlek, Kemenaker akan tetap memberi izin mereka bekerja kembali di Indonesia.

Dengan syarat, TKA tersebut adalah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Baca juga: Virus Corona, Banyak Wisatawan Indonesia Minta Refund Tiket Pesawat dan Tur

“Tentunya, setelah melalui screening dan penerbangan kembalinya ke Indonesia tidak bisa langsung dari Tiongkok (China) melainkan melalui negara transit yaitu Hong Kong, Singapura dan lainnya,” ujar Maptuha.

Sedangkan bagi TKA asal China yang saat ini masih bekerja di Indonesia tetapi masa izin kerjanya hampir habis, pemerintah bakal memberi perpanjangan waktu selama 30 hari kerja.

"Atau jika TKA tersebut tetap ingin kembali ke Tiongkok maka akan dipulangkan," kata Maptuha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebut Krisis Masih Menghantui, Jokowi: Kita Harus Selalu 'Eling Lan Waspodo'

Sebut Krisis Masih Menghantui, Jokowi: Kita Harus Selalu 'Eling Lan Waspodo'

Nasional
Jokowi: Kawasan Inti IKN Memang Dibagun dari APBN, tapi Selebihnya Investasi

Jokowi: Kawasan Inti IKN Memang Dibagun dari APBN, tapi Selebihnya Investasi

Nasional
Jokowi: Penyelesaian Kasus HAM Berat Masa Lalu Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Jokowi: Penyelesaian Kasus HAM Berat Masa Lalu Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Nasional
Puan: Sertakan Perempuan dalam Setiap Jabatan, Bukan Hanya Kebijakan Afirmatif

Puan: Sertakan Perempuan dalam Setiap Jabatan, Bukan Hanya Kebijakan Afirmatif

Nasional
Pidato Kenegaraan, Jokowi: RI Diterima Ukraina dan Rusia sebagai Jembatan Perdamaian

Pidato Kenegaraan, Jokowi: RI Diterima Ukraina dan Rusia sebagai Jembatan Perdamaian

Nasional
Jokowi: Pemberantasan Korupsi Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Jokowi: Pemberantasan Korupsi Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Nasional
Jelang Pemilu 2024, Jokowi: Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Jelang Pemilu 2024, Jokowi: Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Nasional
Jokowi: Kita Berada di Puncak Kepemimpinan Global

Jokowi: Kita Berada di Puncak Kepemimpinan Global

Nasional
Jokowi: APBN Surplus Rp 106 Triliun, Pemerintah Mampu Subsidi BBM, LPG, Listrik

Jokowi: APBN Surplus Rp 106 Triliun, Pemerintah Mampu Subsidi BBM, LPG, Listrik

Nasional
Soroti Generasi Muda, Puan Maharani: Ke Depan, Mereka yang Akan Mewarisi Indonesia

Soroti Generasi Muda, Puan Maharani: Ke Depan, Mereka yang Akan Mewarisi Indonesia

Nasional
Puan: Jangan Ada Lagi Kelangkaan Minyak Goreng di Indonesia

Puan: Jangan Ada Lagi Kelangkaan Minyak Goreng di Indonesia

Nasional
Jokowi: Kita Patut Bersyukur, Indonesia Mampu Menghadapi Krisis Global

Jokowi: Kita Patut Bersyukur, Indonesia Mampu Menghadapi Krisis Global

Nasional
Sidang Tahunan MPR, Puan: Kita Tentu Paham Kapan Bertanding dan Bersanding

Sidang Tahunan MPR, Puan: Kita Tentu Paham Kapan Bertanding dan Bersanding

Nasional
Puan: Gotong Royong Kunci Pemulihan dari Pandemi Covid-19

Puan: Gotong Royong Kunci Pemulihan dari Pandemi Covid-19

Nasional
Puan Maharani: ASN Harus Tinggalkan Sikap 'Membenarkan yang Biasa'

Puan Maharani: ASN Harus Tinggalkan Sikap "Membenarkan yang Biasa"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.