Jalan Kaki dari Mojokerto, 3 Warga Ingin Bertemu Jokowi di Istana

Kompas.com - 06/02/2020, 20:42 WIB
Tiga warga asal Mojokerto, Jawa Timur bergabung dalam aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Kamis (6/2/2020). Allizha Puti MonarqiTiga warga asal Mojokerto, Jawa Timur bergabung dalam aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Kamis (6/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS. com - Tiga warga asal Mojokerto, Jawa Timur yang melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Kepresidenan telah sampai di Jakarta.

Ahmad Yani, Sugiantoro, dan Heru Prasetiyo ingin bertemu Presiden Joko Widodo untuk menuntut penutupan tambang pasir dan batu (sirtu) di kampung mereka, Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo.

Mereka berjalan kaki dari Mojokerto selama delapan hari sejak tanggal 26 Januari 2020 dan tiba di Jakarta pada 1 Februari 2020.

Baca juga: Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Ketiganya bergabung dengan aksi Kamisan yang dilaksanakan sore tadi di depan Istana Merdeka pukul 16.00 WIB.

"Kami bukan menuntut apa-apa, tentunya kami ingin dunia ini selamat dari pengusaha-pengusaha rakus, pengusaha-pengusaha tambang itu. Kami merasa dijajah di sana, kami punya inovasi kami punya kreasi di desa kami," kata Yani pada wartawan, Kamis (6/2/2020).

Mereka mewakili warga desa tempat tinggal untuk menolak penambangan batu andesit yang dilakukan perusahaan tambang di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga desa menolak penambangan karena aktivitas pertambangan itu berada di hulu sungai dan juga kawasan hutan lindung.

Menurut warga sekitar, penambangan tersebut nantinya berdampak kerusakan lingkungan dan mata air yang menjadi tumpuan warga desa sehari-hari.

Yani mengatakan, warga yang menolak tambang telah mengadu ke Kantor Gubernur Jatim di Surabaya pada 20 Januari 2019.

Namun, pemerintah tetap membiarkan dua perusahaan tambang beroperasi karena mempunyai izin.

Meskipun begitu, warga tetap menolak karena menurut mereka izin perusahaan tersebut cacat hukum.

Baca juga: Musik Kamisan BBJ Hadirkan Rap Nusantara

Sampai tuntutannya tersampaikan, Yani dan kedua kawannya menegaskan tidak akan pulang dan akan menunggu di depan istana.

"Tetap di sini, harus sampai bertemu Pak Jokowi. Kalau tidak ketemu Pak Jokowi, tentunya kami tidak akan berani pulang," ucap Yani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Nasional
Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Nasional
Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Nasional
Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Nasional
Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Nasional
KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

Nasional
Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Nasional
Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Nasional
Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Nasional
Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Nasional
Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Nasional
Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Nasional
Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Nasional
MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

Nasional
Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X