Pemerintah Larang WNA yang Singgah di China 14 Hari Terakhir Masuk Indonesia

Kompas.com - 06/02/2020, 18:57 WIB
Kepala Biro Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bambang Wiyono mencabut laporan terhadap Pemerintah Kota Tangerang terkait sengketa lahan pada Jumat (19/07/2019). KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMKepala Biro Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bambang Wiyono mencabut laporan terhadap Pemerintah Kota Tangerang terkait sengketa lahan pada Jumat (19/07/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melarang warga negara asing yang sempat singgah/tinggal di Cina selama 14 hari terakhir untuk masuk wilayah Indonesia mulai Rabu (5/2/2020) kemarin.

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama Kemenkumham Bambang Wiyono mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu poin yang tercantum dalam Permenkumham Nomor 3 Tahun 2020 yang diterbitkan untum mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia.

"Pemerintah menghentikan sementara fasilitas bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) bagi semua warga negara yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Republik Rakyat Tiongkok dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum masuk wilayah Indonesia," kata Bambang dalam siaran pers, Rabu kemarin.

Baca juga: Moeldoko Sebut Indonesia Punya Alat Deteksi Virus Corona

Aturan itu juga berlaku bagi pemegang kartu pebisnis APEC, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap yang memiliki izin masuk kembali yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia

"Bagi pemegang izin tinggal dinas dan/atau diplomatik yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia tidak akan diberikan izin masuk," ujar Bambang.

Ia menyampaikan, permohonan visa kunjungan, visa tinggal terbatas (Vitas), dan Vitas on arrival oleh orang asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum permohonan diajukan juga akan ditolak.

Pemerintah memberikan izin tinggal keadaan terpaksa dengan jangka waktu 30 hari untuk warga negara Cina yang tidak dapat kembali ke negaranya.

Namun, pemerintah tidak memberikan izin tinggal keadaan terpaksa bagi pemegang izin tinggal kunjungan atau izin tinggal terbatas yang izin tinggalnya masih berlaku dan dapat diperpanjang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Permenkumham tersebut berlaku hingga 29 Februari 2020 mendatang dan akan dievaluasi kembali.

Baca juga: Efek Virus Corona, Harga Bawang Putih di Jatim Capai Rp 46.000 per Kilogram

Virus corona (coronavirus) tengah menjadi perhatian dunia. Sebab, selain mulai menyebar di kota Wuhan, China, virus corona jenis baru tersebut juga terdeteksi hingga beberapa negara lainnya.

Berdasarkan informasi dari Komisi Kesehatan Nasional China, virus corona memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X