Omnibus Law Minim Partisipasi Publik, Ombudsman Buka Kesempatan Pengaduan

Kompas.com - 06/02/2020, 11:39 WIB
Anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih (kiri) bersama Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (tengah) menjadi narasumber pada diskusi di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengadakan diskusi publik dengan tema Akuntabilitasi dan Partisipasi dalam Penyusunan Omnibus Law bertujuan mengkaji urgensi penyusunan Omnibus Law. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAAnggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih (kiri) bersama Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (tengah) menjadi narasumber pada diskusi di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengadakan diskusi publik dengan tema Akuntabilitasi dan Partisipasi dalam Penyusunan Omnibus Law bertujuan mengkaji urgensi penyusunan Omnibus Law. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd.

Ma'ruf mengatakan, pemerintah menyusun omnibus law untuk menyederhanakan regulasi. Sebab, regulasi sering menjadi hambatan dalam investasi serta masalah ketenagakerjaan.

"Makanya itu harus dilakukan upaya perbaikan. Caranya melalui omnibus law dengan berbagai cluster," ujar Ma'ruf di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Adapun omnibus law yang sedang disiapkan saat ini adalah tentang cipta lapangan kerja dan perpajakan.

Namun, masih ada beberapa regulasi lainnya yang akan dibuat berbentuk omnibus law tersebut.

"Memang belum tersosialisasi secara masif, karena sekarang masih dalam proses pembahasan, penyiapan rancangannya. Nanti pembahasannya di DPR," ujar Ma'ruf Amin.

Baca juga: Komisi IX Protes Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Disebut Cilaka

RUU Cipta Lapangan Kerja banyak diprotes oleh kalangan pekerja dan UMKM.

Mereka memprotes RUU itu karena dianggap tidak melibatkan mereka dalam tahap pembahasan.

Salah satu yang dikeluhkan, yakni memuat mengenai gagasan penghapusan upah minimum yang diganti dengan upah per jam.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X