Dubes China Sebut Pengidap Virus Corona Lebih Banyak yang Sembuh

Kompas.com - 05/02/2020, 09:31 WIB
Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung membantu pasien turun dari ambulans di luar rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, pada 26 Januari 2020. Penyebaran virus corona sejak Desember 2019 sudah membunuh lebih dari 300 orang di China. EPA-EFE/YUAN ZHENGPetugas medis yang mengenakan pakaian pelindung membantu pasien turun dari ambulans di luar rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, pada 26 Januari 2020. Penyebaran virus corona sejak Desember 2019 sudah membunuh lebih dari 300 orang di China.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com – Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan, 632 warga China telah dinyatakan sembuh dari paparan virus corona jenis baru (2019-nCoV).

Menurut Xiao Qian, jumlah ini lebih banyak dibandingkan kasus kematian yang terjadi hingga saat ini.

"Sampai pukul 24.00 pada tanggal 3 Februari, Komisi Kesehatan Nasional telah menerima 20.438 laporan kasus yang dikonfirmasi (terjangkit corona), 425 kasus kematian, dan 632 kasus sembuh dan keluar dari rumah sakit,” kata Xiao seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/2/2020).

Tingginya angka pasien yang sembuh ini, sebut dia, menunjukkan adanya kecenderungan positif dalam melawan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei itu.

Baca juga: Menkes: 3 WNI yang Tertahan di Wuhan Tanggung Jawab Pemerintah China

Tingkat penyebaran virus, klaim Xiao juga mengalami penurunan hingga 19,65 persen pada 2 Februari lalu, dibandingkan pada 27 Januari yang mencapai 64,54 persen.

"Virus ini bisa disembuhkan. Pasien ringan secara bertahap akan pulih sekitar satu minggu setelah terinfeksi. Pasien yang agak serius mungkin membutuhkan waktu dua minggu atau lebih," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Xiao menambahkan, penyembuhan pasien virus corona tidak terlepas dari perpaduan dua cara tradisional dan modern.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Resmi Tutup Sementara Penerbangan dari dan ke China

Meski demikian, ia tak menjelaskan secara detail langkah penyembuhan yang dilakukan.

Ia hanya mengatakan bahwa para ahli dari China tengah berupaya melakukan penelitian terkait vaksin dan obat yang dapat menjadi jawaban bagi virus yang telah menyebar hingga ke luar negeri ini.

"Belakangan ini, laboratorium nasional China sudah mengisolasikan tiga strain virus dan akan membuat vaksin dari strain virus itu," kata dia.

Institut terkait di Akademi Ilmu Pengetahuan China, imbuh dia, juga telah menyaring beberapa obat yang dapat menghambat penyebaran wabah itu.

Dia pun berharap agar vaksin dan obat terkait segera ditemukan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Korban Pelecehan Disebut Kecewa atas Perlindungan dan Pendampingan KPI

Pegawai Korban Pelecehan Disebut Kecewa atas Perlindungan dan Pendampingan KPI

Nasional
Kasus Pelecehan di KPI Masih dalam Pengumpulan Bukti dan Saksi, Korban Jalani Tes Psikis Hari Ini

Kasus Pelecehan di KPI Masih dalam Pengumpulan Bukti dan Saksi, Korban Jalani Tes Psikis Hari Ini

Nasional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Pusat Diminta Koordinasi dengan Daerah

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Pusat Diminta Koordinasi dengan Daerah

Nasional
Tak Punya Smartphone Bisa Naik Pesawat dan Kereta Tanpa PeduliLindungi, Ini Caranya

Tak Punya Smartphone Bisa Naik Pesawat dan Kereta Tanpa PeduliLindungi, Ini Caranya

Nasional
Ungkap 2 Strategi Menangi Pemilu 2024, PKB Berencana Usung Capres Sendiri

Ungkap 2 Strategi Menangi Pemilu 2024, PKB Berencana Usung Capres Sendiri

Nasional
Pemerintah Diminta Hati-hati Longgarkan Aktivitas Warga di Ruang Publik

Pemerintah Diminta Hati-hati Longgarkan Aktivitas Warga di Ruang Publik

Nasional
Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK Periksa 5 Pejabat Kepala Desa

Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK Periksa 5 Pejabat Kepala Desa

Nasional
Wapres Harap Keterbukaan Informasi di Pemerintahan Desa Semakin Transparan dan Efektif

Wapres Harap Keterbukaan Informasi di Pemerintahan Desa Semakin Transparan dan Efektif

Nasional
Ini 11 Aplikasi yang Bisa Akses Fitur PeduliLindungi Mulai Oktober 2021

Ini 11 Aplikasi yang Bisa Akses Fitur PeduliLindungi Mulai Oktober 2021

Nasional
Pemerintah Prediksi 3 Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Stunting

Pemerintah Prediksi 3 Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Stunting

Nasional
Satgas Diminta Monitor PTM Setiap Hari untuk Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah

Satgas Diminta Monitor PTM Setiap Hari untuk Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah

Nasional
Polisi Gelar Perkara Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Polisi Gelar Perkara Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Nasional
Pemerintah Harap Perpres Nomor 67 dan 72 2021 Mampu Atasi Persoalan TBC-Stunting

Pemerintah Harap Perpres Nomor 67 dan 72 2021 Mampu Atasi Persoalan TBC-Stunting

Nasional
Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

Nasional
Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.