Kompas.com - 04/02/2020, 06:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona yang terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, China menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Terlebih saat ini Organisasi Kesehatan Dunia, WHO telah menetapkan status darurat dunia untuk serangan virus bernama Novel Corona atau 2019-nCoV itu.

Keresahan dunia atas wabah tersebut juga menyinggung ekonomi Tanah Air.

Baca juga: Virus Corona Belum Berdampak ke Ekonomi RI, BKPM Tunggu hingga 2 Bulan

Apalagi China merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan ekonomi cukup erat dengan Indonesia.

Ekonomi Indonesia Tak Terganggu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, wabah yang telah merenggut 362 orang di wilayah Wuhan itu tak akan terlalu mengganggu perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan 56 persen perekonomian Indonesia bergantung pada pasar domestik.

Sementara, ekspor Indonesia yang terbesar bukan dilakukan ke China.

"Sebanyak 56 persen ekonomi kita tergantung pasar domestik dan ekspor kita itu bukan ke China yang terbesar. Jadi itu yang membuat kita optimistis (ekonomi tak terganggu gara-gara corona)," ujar Airlangga dalam acara Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Virus Corona Tak Ganggu Ekonomi RI, Ini Alasannya

Airlangga mengatakan, Indonesia melakukan ekspor besar ke pasar tradisional yang ada di Amerika, Eropa, termasuk Australia.

Oleh karena itu, kata dia, terkait wabah virus corona tersebut perekonomian Indonesia tak akan terlalu terpengaruh.

Namun, apabila Indonesia mengurangi impor dari China akibat hal itu, kata dia, maka Indonesia akan mengalami pengurangan defisit impor dari China.

"Soal ini, kami carikan alternatifnya," kata Airlangga Hartarto.

"Jadi kuncinya adalah pasar domestik kita perkuat dan ekspor market kita di luar China harus didorong sambil cari impor substitusi," ujar dia.

Pariwisata Indonesia Terpengaruh 

Namun Airlangga juga mengakui, munculnya kasus virus corona justru akan sangat berdampak pada sektor pariwisata.

"Tourism itu adalah yang pertama terpukul oleh virus corona. Tentu efeknya ke Indonesia," ujar Airlangga.

Baca juga: Menko Perekonomian Akui Virus Corona Berdampak terhadap Pariwisata Indonesia

Menurut dia, dampak virus corona berpengaruh terhadap turunnya jumlah wisatawan asal China.

Di sejumlah daerah wisatawan China merupakan penyumbang wisatawan terbesar.

"Tourism (dari) China sangat berpengaruh di beberapa daerah, seperti di Sulawesi Utara maupun di Kepulauan Riau, demikian pula di Bali," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, hal tersebut dapat terlihat dari langkah Pemerintah China yang langsung menghentikan seluruh kegiatan warga mereka, terutama yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Bahkan, China langsung melakukan lockdown atau isolasi sehingga masyarakat di Kota Wuhan dilarang meninggalkan kota atau bepergian ke luar kota.

Menurut dia, negara-negara lainnya seperti Singapura juga telah membatasi dan melarang orang-orang yang bepergian ke China.

Indonesia sendiri saat ini telah menutup penerbangan dari dan ke China terkait dengan wabah virus corona.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah menghentikan sementara fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga negara China.

Baca juga: Sri Mulyani: Virus Corona Berdampak ke Sektor Pariwisata, tetapi..

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Perhubungan untun Urusan Ekonomi dan Investasi Wihana Kirana Jaya mengatakan, Menteri Perhubungan telah sepakat menghentikan penerbangan dari dan ke China.

Ia mengatakan, sudah banyak wisatawan China yang akan datang ke Indonesia dibatalkan penerbangannya.

"Pembatalan wisatawan China sudah banyak sekali, ke Bali, Borobudur dan lainnya. Artinya penumpang, pesawat sudah dibatalkan tidak ada lagi dampak, efek bagi para pengelola yang terlibat langsung dan tak langsung," kata dia.

Tidak hanya pariwisata, Indonesia pun terdampak dalam sektor migas. Ini termasuk demand atau permintaan dari minyak untuk China yang turun hingga 20 persen.

"Dua puluh persen itu jumlahnya besar dan ini, tentu kita melihat berapa sebetulnya efeknya selain pada pariwisata," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Disarankan Tunggu WHO sebelum Buka Lagi Jalur Penerbangan dari China

Tunggu 2 Bulan

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum melihat adanya dampak ekonomi terhadap Indonesia atas wabah virus corona yang melanda Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Namun, dampak tersebut akan tampak terhadap perekonomian Tanah Air apabila wabah virus corona berlangsung cukup lama.

"Kalau ditanya dampaknya secara langsung, sekarang belum, tapi kalau ini bertahan terus sampai dua-tiga bulan otomatis ada dampaknya," ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai acara Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). 

Baca juga: Virus Corona Belum Berdampak ke Ekonomi RI, BKPM Tunggu hingga 2 Bulan

Bahlil mengatakan, saat ini pihaknya tengah menghitung seberapa besar dampak yang mungkin akan ditimbulkan apabila wabah virus corona ini tak berakhir dalam waktu dekat.

Tidak hanya dampak terhadap ekonomi Tanah Air, kata dia, tapi juga terhadap realisasi investasi dari China pun perlu dikaji lagi jika dalam dua bulan tak berakhir.

"Kecil atau besar saya belum memutuskan, tapi dampaknya ada. Namun sampai sekarang belum (mengganggu ekonomi)," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wilayah Ekstrateritorial: Pengertian dan Contohnya

Wilayah Ekstrateritorial: Pengertian dan Contohnya

Nasional
Jenis-jenis Wilayah Suatu Negara

Jenis-jenis Wilayah Suatu Negara

Nasional
Unsur-Unsur Negara Menurut Konvensi Montevideo 1993

Unsur-Unsur Negara Menurut Konvensi Montevideo 1993

Nasional
Bupati Jayapura: DOB Solusi Mempercepat Kesejahteraan Papua

Bupati Jayapura: DOB Solusi Mempercepat Kesejahteraan Papua

Nasional
ICW Minta Polri Segera Berhentikan Irjen Napoleon: Agar Tak Ada Lagi yang Terlibat Korupsi

ICW Minta Polri Segera Berhentikan Irjen Napoleon: Agar Tak Ada Lagi yang Terlibat Korupsi

Nasional
KPK Sita Sejumlah Dokumen dari Istri Eks Dirjen Kemendagri Terkait Kasus Suap PEN

KPK Sita Sejumlah Dokumen dari Istri Eks Dirjen Kemendagri Terkait Kasus Suap PEN

Nasional
Tak Kunjung Berhentikan Irjen Napoleon, Polri Dianggap Permisif pada Anggotanya yang Korupsi

Tak Kunjung Berhentikan Irjen Napoleon, Polri Dianggap Permisif pada Anggotanya yang Korupsi

Nasional
Puan Dinilai Jadi Pasangan Ideal Prabowo di Pilpres 2024

Puan Dinilai Jadi Pasangan Ideal Prabowo di Pilpres 2024

Nasional
Jokowi Diundang Datang ke Kongres Masyarakat Adat di Papua Akhir Oktober

Jokowi Diundang Datang ke Kongres Masyarakat Adat di Papua Akhir Oktober

Nasional
PDI-P Dapat Usung Capres Sendiri Tanpa Perlu Koalisi, Bagaimana Bisa?

PDI-P Dapat Usung Capres Sendiri Tanpa Perlu Koalisi, Bagaimana Bisa?

Nasional
Geledah Sejumlah Tempat di Ambon, KPK Sita Catatan Aliran Uang Terkait Dugaan Suap Wali Kota

Geledah Sejumlah Tempat di Ambon, KPK Sita Catatan Aliran Uang Terkait Dugaan Suap Wali Kota

Nasional
Kejagung Periksa Presiden Direktur Alfamart sebagai Saksi Kasus Ekspor Minyak Goreng

Kejagung Periksa Presiden Direktur Alfamart sebagai Saksi Kasus Ekspor Minyak Goreng

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,3 Persen, Dosis Ketiga 20,97 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,3 Persen, Dosis Ketiga 20,97 Persen

Nasional
PDI-P Disarankan Tak Terlalu Percaya Diri Hadapi Pilpres 2024

PDI-P Disarankan Tak Terlalu Percaya Diri Hadapi Pilpres 2024

Nasional
Eks Dirjen Kementan Ditahan KPK Setelah 6 Tahun Berstatus Tersangka, Ini Konstruksi Perkaranya...

Eks Dirjen Kementan Ditahan KPK Setelah 6 Tahun Berstatus Tersangka, Ini Konstruksi Perkaranya...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.