Kompas.com - 04/02/2020, 06:12 WIB

Ia mengatakan, sudah banyak wisatawan China yang akan datang ke Indonesia dibatalkan penerbangannya.

"Pembatalan wisatawan China sudah banyak sekali, ke Bali, Borobudur dan lainnya. Artinya penumpang, pesawat sudah dibatalkan tidak ada lagi dampak, efek bagi para pengelola yang terlibat langsung dan tak langsung," kata dia.

Tidak hanya pariwisata, Indonesia pun terdampak dalam sektor migas. Ini termasuk demand atau permintaan dari minyak untuk China yang turun hingga 20 persen.

"Dua puluh persen itu jumlahnya besar dan ini, tentu kita melihat berapa sebetulnya efeknya selain pada pariwisata," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Disarankan Tunggu WHO sebelum Buka Lagi Jalur Penerbangan dari China

Tunggu 2 Bulan

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum melihat adanya dampak ekonomi terhadap Indonesia atas wabah virus corona yang melanda Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Namun, dampak tersebut akan tampak terhadap perekonomian Tanah Air apabila wabah virus corona berlangsung cukup lama.

"Kalau ditanya dampaknya secara langsung, sekarang belum, tapi kalau ini bertahan terus sampai dua-tiga bulan otomatis ada dampaknya," ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai acara Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). 

Baca juga: Virus Corona Belum Berdampak ke Ekonomi RI, BKPM Tunggu hingga 2 Bulan

Bahlil mengatakan, saat ini pihaknya tengah menghitung seberapa besar dampak yang mungkin akan ditimbulkan apabila wabah virus corona ini tak berakhir dalam waktu dekat.

Tidak hanya dampak terhadap ekonomi Tanah Air, kata dia, tapi juga terhadap realisasi investasi dari China pun perlu dikaji lagi jika dalam dua bulan tak berakhir.

"Kecil atau besar saya belum memutuskan, tapi dampaknya ada. Namun sampai sekarang belum (mengganggu ekonomi)," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.