Panglima TNI: Sudah Sepatutnya Beri Bantuan kepada Australia

Kompas.com - 01/02/2020, 10:44 WIB
Sebuah mobil melintasi jalanan Bemboka, Negara Bagian New South Wales, Australia, di tengah kabut yang membuat langit seolah menjadi oranye pada 5 Januari 2020. Sebanyak 24 orang dilaporkan tewas sejak kebakaran hutan melanda Australia pada September lalu. AFP/SAEED KHANSebuah mobil melintasi jalanan Bemboka, Negara Bagian New South Wales, Australia, di tengah kabut yang membuat langit seolah menjadi oranye pada 5 Januari 2020. Sebanyak 24 orang dilaporkan tewas sejak kebakaran hutan melanda Australia pada September lalu.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan sudah seharusnya Indonesia memberikan bantuan pada Australia yang sedang tertimpa bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Hadi saat menjadi Inspektur Upacara Pelepasan bantuan Satgas Garuda RI untuk mengatasi karhutla di Australia, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (1/2/2020).

"Saat ini telah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang sangat besar di Australia dan telah berlangsung beberapa bulan," kata Hadi.

"Oleh karenanya, sudah selayaknya kita semua memberi bantuan kepada negara tetangga kita, Australia," imbuh dia. 

Baca juga: Kebakaran Hutan di Australia, Simak Lokasi Wisata yang Terkena Dampak

Hadi mengatakan, Australia dalah negara yang sering membantu Indonesia dalam menangani bencana.

Terlebih lagi, lanjut Hadi, Indonesia dan Australia melalui perjanjian Lombok Tahun 2006 sudah sepakat untuk saling membantu jika terjadi bencana atau situasi darurat. Sehingga sudah seharusnya Indonesia membantu Australia.

"Yang ditandatangani Indonesia dan Australia pada tahun 2006 menyebutkan kerja sama dan saling memberi bantuan bila dibutuhkan saat terjadi bencana ataupun situasi kedaruratan," ungkapnya.

Baca juga: #PrayForAustralia, Keprihatinan atas Kebakaran Hutan di Australia...

Diketahui, Satgas Garuda RI terdiri 44 orang. Personel TNI sebanyak 41 orang terdiri dari tiga orang Tim LO berasal dari Angkatan Udara (AD) dan satu dari Angkatan Udara (AU).

Kemudian Tim Zeni Konstruksi 36 orang dengan rincian 26 orang TNI AD (menzikon), enam orang TNI AL (yonmar) dan empat orang TNI AU (disfaksonau).

Selain TNI, ada juga satu orang berasal dari Kementerian Luar Negeri dan dua orang dari BNPB. Sehingga total menjadi 44 orang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Sebut Koruptor Lebih Bagus Diisolasi di Lapas Ketimbang di Rumah

Mahfud Sebut Koruptor Lebih Bagus Diisolasi di Lapas Ketimbang di Rumah

Nasional
Mahfud: Tak Ada Rencana Pemerintah Beri Remisi atau Pembebasan Bersyarat ke Koruptor

Mahfud: Tak Ada Rencana Pemerintah Beri Remisi atau Pembebasan Bersyarat ke Koruptor

Nasional
Yasonna Klarifikasi Usul Pembebasan Napi Korupsi, OC Kaligis dan Jero Wacik Tetap Berpeluang Bebas

Yasonna Klarifikasi Usul Pembebasan Napi Korupsi, OC Kaligis dan Jero Wacik Tetap Berpeluang Bebas

Nasional
Wakil Ketua KPK Sebut Tak Ada Alasan bagi Yasonna Bebaskan Koruptor

Wakil Ketua KPK Sebut Tak Ada Alasan bagi Yasonna Bebaskan Koruptor

Nasional
Maklumat Penanganan Covid-19, Polri Akan Lakukan Pembubaran jika Masyarakat Tetap Berkumpul

Maklumat Penanganan Covid-19, Polri Akan Lakukan Pembubaran jika Masyarakat Tetap Berkumpul

Nasional
Pasien Covid-19 yang Sembuh Diyakini Punya Imunitas terhadap Virus Corona

Pasien Covid-19 yang Sembuh Diyakini Punya Imunitas terhadap Virus Corona

Nasional
Beri Klarifikasi, Wakil Ketua KPK Tolak Pembebasan Koruptor dengan Dalih Covid-19

Beri Klarifikasi, Wakil Ketua KPK Tolak Pembebasan Koruptor dengan Dalih Covid-19

Nasional
DPR Diminta Fokus Awasi Pemerintah Tangani Covid-19, Bukan Bahas RUU Cipta Kerja dan RKUHP

DPR Diminta Fokus Awasi Pemerintah Tangani Covid-19, Bukan Bahas RUU Cipta Kerja dan RKUHP

Nasional
Jokowi Diminta Benahi Komunikasi Publik Jajarannya soal Penanganan Covid-19

Jokowi Diminta Benahi Komunikasi Publik Jajarannya soal Penanganan Covid-19

Nasional
Wakil Jaksa Agung Meninggal Dunia, Jubir KPK: Salah Satu Jaksa Terbaik

Wakil Jaksa Agung Meninggal Dunia, Jubir KPK: Salah Satu Jaksa Terbaik

Nasional
MUI Minta Fatwa Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Dijadikan Pedoman

MUI Minta Fatwa Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Dijadikan Pedoman

Nasional
Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Publikasikan Peta Sebaran Covid-19 secara Rinci

Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Publikasikan Peta Sebaran Covid-19 secara Rinci

Nasional
Masyarakat yang Telanjur Mudik Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Masyarakat yang Telanjur Mudik Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Nasional
Jumlah Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pemerintah Khawatirkan Penularan dari OTG

Jumlah Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pemerintah Khawatirkan Penularan dari OTG

Nasional
Minggu Pagi, Jenazah Wakil Jaksa Agung Akan Dimakamkan di TPU Pedongkelan Cengkareng

Minggu Pagi, Jenazah Wakil Jaksa Agung Akan Dimakamkan di TPU Pedongkelan Cengkareng

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X