Wabah Virus Corona, Kemenlu Terus Lakukan Pemutakhiran Data WNI di China

Kompas.com - 30/01/2020, 16:41 WIB
Seorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, Kemenlu terus melakukan pemutakhiran data terhadap jumlah warga negara Indonesia ( WNI) di wilayah terdampak virus corona di China.

"Namun apa yang dilakukan oleh perwakilan kita sekarang terutama pemutakhiran data masyarakat kita di sana," kata Faizasyah, dalam diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Faizasyah menjelaskan, pemutakhiran data diperlukan untuk memastikan jumlah WNI yang ada di lokasi terdampak virus corona.

Baca juga: Ruang Isolasi untuk WNI dari Wuhan Sudah Siap di 3 Rumah Sakit di Jakarta

Sebab, banyak WNI yang berada di lokasi terdampak sudah pergi, tetapi tidak lapor ke perwakilan pemerintah Indonesia.

"Kita memaklumi bahwa di era kemudahan perjalanan saat sekarang, ada yang tidak sempat melaporkan diri mereka ke perwakilan. Oleh sebab itu kita terus memutakhirkan data," ucapnya.

Menurut Faizasyah, sejauh ini jumlah WNI di lokasi terdampak virus corona di Provinsi Hubei, China sebanyak 243 orang.

"Jadi data yang kami dapatkan kurang lebihnya 243 masyarakat (WNI) kita yang ada di Provinsi Hubei. Namun tidak tertutup kemungkinan ada juga beberapa mungkin yang tidak sempat terdata melaporkan diri," kata Faizasyah.

Baca juga: Dua Skenario Pemerintah untuk Evakuasi WNI di Wuhan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada 243 WNI yang tersebar di 15 titik karantina di China untuk mencegah virus corona.

Data tersebut juga sudah disampaikan Retno kepada Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam rapat koordinasi bahas penyebaran virus corona di Kantor Kementerian PMK, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

"Jadi terutama adalah di 15 titik karantina yang ditetapkan oleh Pemerintah Tiongkok (China)," kata Retno.

"Ada 243 warga negara kita yang berada di 15 titik karantina, 100 diantaranya berada di Wuhan," tuturnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X