Kompas.com - 30/01/2020, 14:13 WIB
epaselect epa08163556 A masked shopper looks at the empty baskets on a counter in a supermarket in Wuhan in central Chinas Hubei province 25 January 2020. The city struck by the 2019-nCoV virus will ban private traffic starting on Sunday, prompting citizens to a shopping spree of necessities and groceries.  EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT YUAN ZHENGepaselect epa08163556 A masked shopper looks at the empty baskets on a counter in a supermarket in Wuhan in central Chinas Hubei province 25 January 2020. The city struck by the 2019-nCoV virus will ban private traffic starting on Sunday, prompting citizens to a shopping spree of necessities and groceries. EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT

JAKARTA, KOMPAS.com – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) menyatakan, hingga kini tidak pernah meminta donasi untuk membantu mahasiswa maupun warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Ketua Ranting PPIT di Huazhong University Science and Technology (HUST) Khoirul Umam Hasbiy berharap, seluruh pihak lebih waspada terhadap pihak-pihak yang membuka donasi untuk membantu mahasiswa dan WNI yang berada di Wuhan.

“Karena kalau ada bantuan, tentu langsung diterima koordinator atau ketua ranting. Tidak ada atas nama personal atau mengaku-aku bagian dari PPIT,” kata Khoirul menjawab pertanyaan Kompas.com, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Sewa Pesawat Sipil, Kemenlu Siap Evakuasi WNI dari Wuhan

Sebelumnya seorang pengguna Facebook atas nama Bram Bachrun mengunggah informasi yang berisi imbauan bahwa PPIT Wuhan dan mahasiswa Indonesia tidak membuka donasi apa pun.

Dalam unggahannya, Bram menyertakan tangkapan gambar berupa ajakan donasi oleh akun @joe_william98.

Dari penelusuran Kompas.com, tangkapan gambar itu rupanya berasal dari story salah satu akun Instagram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menkes Sebut Evakuasi WNI di Wuhan Diputuskan Siang Ini

“Saya berharap semua orang tua dan relawan perlu waspada apalagi ada yang mengaku bagian dari pemerintah atau bahkan koordinator mahasiswa, bahkan baru-baru ini ada yang mengatakan bagian dari PPI Tiongkok,” kata Khoirul.

“Kebetulan saya bagian dari PPI Tiongkok dan PPIT Wuhan, jadi saya bisa konfirmasi kalau itu mahasiswa dan bagian dari kita atau bukan,” tambahnya.

Baca juga: Potret Kehidupan Warga Wuhan Satu Minggu Setelah Terisolasi Akibat Virus Corona

Sementara itu, ia enggan mengonfirmasi, apakah nama yang menyebar ajakan donasi tersebut merupakan bagian dari PPI Tiongkok atau PPIT Wuhan.

“Saya tidak mau menjelekkan nama orang lain. Yang jelas PPIT Wuhan tidak melakukan open donasi atas nama personal,” kata dia.

Ia juga menyebut bahwa data nama mahasiswa yang ada di Tiongkok sempat bocor dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Nasional
Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Nasional
Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Nasional
Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

Nasional
Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

Nasional
UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

Nasional
BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

Nasional
Ular Sanca 2 Meter Ditemukan di Ventilasi Kamar Mandi Rumah Warga di Pamulang

Ular Sanca 2 Meter Ditemukan di Ventilasi Kamar Mandi Rumah Warga di Pamulang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X