Periksa Ketua KPU Sumatera Selatan, Ini yang Didalami KPK

Kompas.com - 29/01/2020, 23:16 WIB
Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana usai diperiksa penyidik KPK, Rabu (29/1/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKetua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana usai diperiksa penyidik KPK, Rabu (29/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) mendalami soal pengusulan Harun Masiku sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, hal itu didalami penyidik melalui pemeriksaan terhadap Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana, Rabu (29/1/2020) hari ini.

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dengan mekanisme pengusulan Tersangka HM (Harun Masiku) sebagai caleg PDI-P dari Dapil Sumsel," kata Ali kepada wartawan, Rabu malam.

Baca juga: Diperiksa KPK, Ketua KPU Ditanya Apakah Ikut Terima Suap Harun Masiku

Lewat pemeriksaan hari ini, kata Ali, penyidik juga menggali informasi terkait jalannya proses pemilihan anggota DPR di Sumatera Selatan.

"Ini masih terkait mekanisme pencalonan tersangka HAR di Dapil 1 Sumatera Selatan, terkait prosesnya seperti apa, sampai perolehan suara dan sebagainya" ujar Ali.

Kelly diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024 yang menyeret Harun sebagai tersangka.

Baca juga: Diperiksa KPK, Ketua KPU Sumsel Mengaku Ditanya soal Wewenang dan Tugasnya

Sementara itu, hingga hari ini, keberadaan Harun Masiki masih belum diketahui. Ali mengatakan, KPK akan terus memburu Harun hingga dapat ditangkap.

"Kami tetep proaktif untuk mencari keberadaan yang bersangkutan dan bersama dengan Polri dan ketika kami mengetahui ada yang bersangkutan tentu langsung kami tangkap dan bawa ke KPK untuk diperiksa lebih lanjut," kata Ali.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

Nasional
Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Nasional
Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Nasional
Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Nasional
Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Nasional
Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Nasional
Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Nasional
UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

Nasional
RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

Nasional
Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

Nasional
Seorang Terduga Teroris Meninggal di RS Polri karena Sakit, Ini Penjelasan Polisi

Seorang Terduga Teroris Meninggal di RS Polri karena Sakit, Ini Penjelasan Polisi

Nasional
Cucu ke-25 Lahir, Wapres Ma'ruf Amin Kirim Doa Lewat Video Call

Cucu ke-25 Lahir, Wapres Ma'ruf Amin Kirim Doa Lewat Video Call

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X