Pertemuan Tahunan Komisi Palestina, Indonesia Soroti Konflik yang Kian Buruk

Kompas.com - 29/01/2020, 19:32 WIB
Perempuan Palestina memegang batu dan meneriakkan slogan saat bentrokan dengan tentara Israel di Beit El, Ramallah, Tepi Barat, 10 Oktober 2015. AFP PHOTO / ABBAS MOMANIPerempuan Palestina memegang batu dan meneriakkan slogan saat bentrokan dengan tentara Israel di Beit El, Ramallah, Tepi Barat, 10 Oktober 2015.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IV DPR, Luluk Nur Hamidah, menyoroti situasi konflik Israel- Palestina yang terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi delegasi DPR yang hadir di pertemuan tahunan Komisi Palestina ke-10 yang digelar di Ouagadougou, Burkina Faso.

“Sejak lebih dari tujuh dekade, perkembangan terbaru masalah Palestina masih tidak menguntungkan Palestina. Situasi Palestina terus memburuk," ujar Luluk melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan lain seperti pengakuan Amerika Serikat (AS) atas permukiman ilegal Israel, relokasi Kedutaan Besar AS ke Al Quds Al Sharif (Yerusalem), proposal kesepakatan yang diusulkan AS, dugaan normalisasi negara-negara tetangga Israel dan perpecahan Palestina yang belum terselesaikan.

Kemudian terkait situasi Jalur Gaza yang semakin memburuk.

"Itu semua (menjadi) pukulan telak bagi masa depan Negara Palestina,” ucap Luluk.

Oleh sebab itu, politisi PKB ini menegaskan dukungan penuh Indonesia atas langkah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang akan membuka penyelidikan atas kejahatan Israel.

“Upaya ICC itu harus menjadi perhatian bersama. Saya mendesak parlemen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil kontribusi nyata dengan mendorong pemerintah masing-masing untuk mendukung langkah ICC itu,” tutur Luluk. 

Baca juga: RI Protes AS yang Anggap Legal Permukiman Israel di Palestina

Anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah saat hadir dalam pertemuan tahunan Komisi Palestina ke-10 yang digelar di Ouagadougou, Burkina Faso. Istimewa Anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah saat hadir dalam pertemuan tahunan Komisi Palestina ke-10 yang digelar di Ouagadougou, Burkina Faso.

Selain itu, Luluk juga mengingatkan, permukiman ilegal Israel sebagai ancaman paling berbahaya bagi pembentukan negara Palestina di masa depan.

Menurut dia, langkah tersebut akan mengubah lanskap Palestina baik secara demografis maupun sosial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X