Ancaman Virus Corona dan Langkah Pemerintah Indonesia

Kompas.com - 29/01/2020, 08:43 WIB
Perawat rumah sakit Bahteramas Kendari mengenakan pakaian pengaman di ruang isolasi khusus untuk pasien yang terinfeksi Virus Corona, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/1/2020). Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang bekerja di pabrik pemurnian nikel di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara membuat pihak RS Bahteramas menyiapkan lima ruangan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, meski fasilitas ruangan isolasi belum standar karena masih membutuhkan sarana dan prasarana pelengkap seperti Tekanan Negatif, Tekanan Positif dan Hipafilter. ANTARA FOTO/Jojon/aww.    ANTARA FOTO/JOJONPerawat rumah sakit Bahteramas Kendari mengenakan pakaian pengaman di ruang isolasi khusus untuk pasien yang terinfeksi Virus Corona, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/1/2020). Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang bekerja di pabrik pemurnian nikel di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara membuat pihak RS Bahteramas menyiapkan lima ruangan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, meski fasilitas ruangan isolasi belum standar karena masih membutuhkan sarana dan prasarana pelengkap seperti Tekanan Negatif, Tekanan Positif dan Hipafilter. ANTARA FOTO/Jojon/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona yang menyebar di sejumlah negara direspons secara global, termasuk Indonesia.

Sejauh ini, pemerintah menyebutkan bahwa virus corona belum masuk ke Indonesia meski sudah banyak pasien yang diduga terinfeksi virus dengan nama 2019-nCoV. Namun hasil pemeriksaannya pun sejauh ini selalu negatif.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, Indonesia masih aman dari virus corona.

Hal itu disampaikan Muhadjir setelah menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menkominfo, Menteri Kelautan dan Perikanan beseta pimpinan BNPB dan BPOM membahas penyebaran virus corona, Selasa (28/1/2020).

"Intinya bahwa untuk Indonesia sekarang dalam kondisi masih aman," kata Muhadjir selesai rapat koordinasi di Kantor PMK, Jakarta Pusat.

Baca juga: Menko PMK: Indonesia Masih Aman dari Virus Corona

Meski begitu, Muhadjir tetap meminta masyarakat berhati-hati dan terus menjaga kesehatan sehingga tidak dapat terjangkit virus corona.

"Yang penting adalah kita terus meningkatkan kewaspadaan setinggi-tingginya, melakukan antisipasi pencegahan dan juga kita bersiap-siap," ujar dia.

Jaga Pintu Masuk 24 Jam

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan, pihaknya telah ikut menjaga 135 pintu masuk ke Indonesia selama 24 jam penuh.

"Sebanyak 135 pintu masuk negara kita sudah dijaga 24 jam terus menerus dan dilaporkan setiap saat kepada Kemenkes dan kementerian/lembaga terkait," ujar Terawan.

Terawan mengatakan, hal yang paling baik untuk penanganan wabah virus tersebut adalah mencegah agar tidak masuk ke Indonesia.

Apabila virus tersebut memang sudah masuk, kata dia, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan mendeteksi, menyingkirkan, baru kemudian meresponsnya.

"Itu yang kami lakukan dengan penuh kesiagaan tinggi namun tanpa kepanikan, itu yang paling penting," kata dia.

Ia mengatakan, saat ini seluruh standard opersional prosedur (SOP) sudah dijalankan dengan sesuai.

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya masyarakat yang telah memeriksakan diri ke dokter dan rumah sakit saat mengalami gejala-gejalanya serta diperiksakan dengan detail.

Baca juga: Cegah Corona, Menkes Sebut 135 Pintu Masuk ke Indonesia Dijaga 24 Jam

Termasuk di antaranya melakukan isolasi terhadap pasien yang terserang gejala mirip terinfeksi virus corona.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X