SBY: Saya Tak Pernah Dilapori Ada Krisis Serius di Jiwasraya

Kompas.com - 27/01/2020, 20:34 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkenalkan ruang sidang kabinet kepada presiden terpilih Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (19/10/2014). KOMPAS/RIZA FATHONIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkenalkan ruang sidang kabinet kepada presiden terpilih Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (19/10/2014).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengaku tidak pernah mendapat laporan adanya krisis di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ia memerintah.

"Di tahun 2006 dulu saya tak pernah dilapori bahwa terjadi krisis keuangan yang serius di PT Jiwasraya," kata SBY melalui akun Facebook miliknya yang dikutip Kompas.com, Senin (27/1/2020).

SBY menanggapi anggapan bahwa kasus Jiwasraya terjadi sejak 2006 atau saat ia memerintah.

Kendati demikian, SBY mengaku tidak pernah terusik dengan ucapan yang menyebut kasus Jiwasraya terjadi sejak pemerintahannya.

Baca juga: Kasus Jiwasraya, SBY Heran Pemerintahannya Dituding Bersalah

Ia pun tak ambil pusing atas ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut kasus Jiwasraya terjadi sejak 10 tahun lalu.

Sebab, menurut SBY, selama menjabat sebagai presiden, ia tidak pernah mendapat laporan tentang krisis Jiwasraya.

"Kementerian BUMN secara eksplisit mengatakan bahwa masalah Jiwasraya bermula di tahun 2006, saya juga tak merasa terganggu," ujar dia. 

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyebutkan, Jiwasraya telah bermasalah sejak lama.

Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna mengatakan, Jiwasraya telah membukukan laba semu sejak tahun 2006.

Baca juga: Panja Jiwasraya Komisi VI Panggil Erick Thohir hingga Jajaran Direksi Pekan Depan

Saat itu, laporan keuangan Jiwasraya terlihat baik-baik saja, tetapi sudah dipoles sedemikian rupa.

"Meskipun tahun 2006 perusahaan masih membukukan laba, namun laba tersebut sebenarnya adalah laba semu sebagai akibat dari rekayasa akuntansi, di mana perusahaan telah mengalami kerugian," kata Agung saat memberikan keterangan resmi di kantor BPK RI, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Tak hanya itu, tahun 2017, Jiwasraya juga memperoleh opini tidak wajar dalam laporan keuangannya. Padahal, saat itu Jiwasraya telah membukukan laba Rp 360,3 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X