Harga Pangan Melonjak, KBRI Siapkan Rencana Kirim Logistik untuk WNI di Wuhan

Kompas.com - 27/01/2020, 18:46 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing telah menyiapkan rencana untuk memasok logistik bagi warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China.

Rencana itu disiapkan untuk mengatasi kelangkaan dan melonjaknya harga pangan di Wuhan lantaran kota tersebut terisolasi karena menjadi tempat penyebaran virus corona.

"Logistik memang ada kondisi sedikit kelangkaan. Karena kita bisa bayangkan manakala kondisi krisis terjadi atau kritis, maka ada keterbatasan supply," ujar Faizasyah.

"Namun kedutaan besar kita di Beijing sudah menyiapkan contingency plan, termasuk bagaimana memasok mereka (WNI di Wuhan) dengan kebutuhan-kebutuhan pokok," lanjut dia.

Baca juga: Kemenlu Pastikan 243 WNI di Wuhan Tak Terinfeksi Virus Corona

Menurut Faizasyah, Kemenlu melalui KBRI Beijing terus menjalin komunikasi intensif dengan WNI di Wuhan dan sekitarnya mengenai ketersediaan pangan di sana.

Ia mengatakan, melalui komunikasi intensif tersebut nantinya KBRI Beijing akan memiliki masukan dalam memasok makanan kepada WNI di sana.

"Pada prinsipnya yang lebih mengetahui kondisi lapangan adalah mereka yang memandu kami dalam fasilitas penyaluran untuk logistik," lanjut dia.

Baca juga: Wuhan Masih Diisolasi, Kemenlu Sebut Belum Memungkinkan Evakuasi WNI

Sebelumnya, mahasiswa Indonesia di Wuhan, China, Rio Alfi, menggambarkan kota tersebut seperti kota mati setelah menyebarnya virus corona.

Kereta listrik bakal tak beroperasi. Sementara itu bus kota juga sudah tidak beroperasi. Selain itu, stok pangan di Wuhan mulai menipis. Akibatnya sejumlah harga bahan pangan melonjak.

Rio mengatakan, melonjaknya harga bahan pangan mengakibatkan mahasiswa Indonesia yang mengandalkan beasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saat ini harga sembako di Wuhan sudah mulai naik. Dan itu pun stoknya mulai terbatas. Jadi bagi kami mahasiswa yang mengandalkan beasiswa jadi kemungkinan tidak mencukupi ya," ujar Rio dalam video yang ia kirimkan kepada Kompas TV, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Cerita Mahasiswa Aceh Tersandera Virus Corona Wuhan: Dilarang Minum Air Galon, Harus Minum Air Kemasan

Rio mengatakan saat ini terdapat 93 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Wuhan. Mereka berharap pemerintah melalui KBRI Beijing bisa mengevakuasi para mahasiswa ke kota yang lebih aman.

Hingga kini, mereka masih menunggu kabar dari KBRI Beijing terkait kemungkinan adanya evakuasi ke kota yang lebih aman.

"Informasi yang saya terima dari pengurus PPI Wuhan, itu udah koordinasi dari KBRI. Tapi sejauh ini belum ada informasi memberikan apakah kami bisa dievakuasi atau bagaimana itu belum bisa diputuskan," ujar Rio.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X