Virus Corona Merebak, WNI di Wuhan Diminta Lapor ke KJRI Terdekat

Kompas.com - 27/01/2020, 17:38 WIB
Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Kompas.com/SABRINA ASRILPelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meminta WNI yang berada di Wuhan dan kota-kota lain di Provinsi Hubei, China yang menjadi wilayah penyebaran virus corona segera melaporkan dirinya ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia ( KJRI) terdekat.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah dalam konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta, Senin (27/1/2020).

"Bagi WNI yang tinggal di wilayah karantina (Wuhan dan sekitarnya) segera laporkan diri ke KJRI terdekat atau secara online melalui aplikasi portal peduli WNI," ujar Faizasyah.

Baca juga: Kemenkes: Virus Corona Tak Menular Melalui Makanan dan Pakaian

Ia mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing juga telah mengupayakan bantuan logistik untuk WNI di Wuhan.

Kemenlu juga menginstruksikan WNI di Wuhan dan sekitarnya yang wilayahnya tengah dikarantina oleh Pemerintah China untuk meningkatkan kewaspadaannya dengan mengenakan masker dan menghindari keramaian untuk mengurangi potensi penularan virus corona.

Selain itu, Kemenlu meminta WNI yang hendak berkunujung ke China mempertimbangkan ulang rencananya tersebut hingga ada informasi lebih lanjut mengenai situasi di China usai menyebarnya virus corona.

"Imbauan bagi WNI yang ada di dalam negeri adalah agar pertimbangkan kembali rencana kunjungan ke RRT, selalu rujuk info resmi dari Pemerintah Indonesia," kata dia.

Virus corona Wuhan atau corona virus baru n-CoV 2019 meluas dengan begitu cepat.

Tak lama setelah kasus tersebut terkonfirmasi ditemukan di Wuhan, China, beberapa negara lain melaporkan kejadian serupa.

Baca juga: Komnas HAM Minta Pemerintah Lindungi WNI dari Virus Corona, Termasuk Buruh Migran

Virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab flu hingga MERS dan SARS ini bisa menyebabkan kematian.

Melalui unggahan @safetravel.kemlu, salah satu akun resmi milik Kementerian Luar Negeri RI, tanggal 25 Januari 2020, imbauan disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi WNI yang berada atau berencana mengunjungi Hong Kong dan negara-negara yang telah terdampak.

Selain itu, WNI diimbau untuk mengikuti perkembangan virus ini, menghindari tempat dan kota asal virus, tidak melakukan kontak fisik dengan orang yang sedang dalam kondisi batuk, demam, atau sesak napas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Bantuan Pemerintah Segera Dieksekusi

Jokowi Minta Bantuan Pemerintah Segera Dieksekusi

Nasional
PSHK: Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Saat Wabah Covid-19 Bisa Rugikan Pemerintah

PSHK: Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Saat Wabah Covid-19 Bisa Rugikan Pemerintah

Nasional
Pemerintah Bakal Gencar Kampanyekan Imbauan Jangan Mudik

Pemerintah Bakal Gencar Kampanyekan Imbauan Jangan Mudik

Nasional
PSHK: PP soal PSBB Tak Memadai untuk Percepatan Penanganan Covid-19

PSHK: PP soal PSBB Tak Memadai untuk Percepatan Penanganan Covid-19

Nasional
Ramai Penolakan Jenazah Pasien Covid-19, MUI Minta Pemerintah Beri Penjelasan ke Masyarakat

Ramai Penolakan Jenazah Pasien Covid-19, MUI Minta Pemerintah Beri Penjelasan ke Masyarakat

Nasional
IAKMI Ingatkan PSBB Harus Dilakukan Secara Tegas

IAKMI Ingatkan PSBB Harus Dilakukan Secara Tegas

Nasional
Cegah Covid-19, Ini Tantangan Orangtua Dampingi Anak Saat Diam di Rumah

Cegah Covid-19, Ini Tantangan Orangtua Dampingi Anak Saat Diam di Rumah

Nasional
Masyarakat Tak Dilarang Mudik Lebaran, tetapi Ada Syaratnya

Masyarakat Tak Dilarang Mudik Lebaran, tetapi Ada Syaratnya

Nasional
RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, PSHK Sesalkan DPR dan Pemerintah Abaikan Suara Publik

RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, PSHK Sesalkan DPR dan Pemerintah Abaikan Suara Publik

Nasional
Jokowi Sebut 3,6 Juta Orang Terdampak Wabah Covid-19 di DKI Akan Dapat Bansos

Jokowi Sebut 3,6 Juta Orang Terdampak Wabah Covid-19 di DKI Akan Dapat Bansos

Nasional
Jokowi Minta Tito Karnavian Tegur Kepala Daerah yang Blokir Jalan

Jokowi Minta Tito Karnavian Tegur Kepala Daerah yang Blokir Jalan

Nasional
Beri Target 2 Hari, Jokowi Minta Menkes Detailkan Syarat PSBB

Beri Target 2 Hari, Jokowi Minta Menkes Detailkan Syarat PSBB

Nasional
Tambah 16 Orang, RS Darurat Covid-19 Kemayoran Tangani 449 Pasien

Tambah 16 Orang, RS Darurat Covid-19 Kemayoran Tangani 449 Pasien

Nasional
Bendung Arus Mudik, Jokowi Minta Daerah Tak Buat Aturan Sendiri-sendiri

Bendung Arus Mudik, Jokowi Minta Daerah Tak Buat Aturan Sendiri-sendiri

Nasional
Soal Karantina Wilayah, Yusril Nilai Pemerintah Khawatir Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Warga

Soal Karantina Wilayah, Yusril Nilai Pemerintah Khawatir Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Warga

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X