Catatan 100 Hari Jokowi-Ma'ruf: Kebut Bangun Ibu Kota Baru

Kompas.com - 27/01/2020, 13:12 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Uni Emirat Arab, Abud Dhabi, Senin (13/1/2020). Sekretariat KabinetPresiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Uni Emirat Arab, Abud Dhabi, Senin (13/1/2020).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

Sementara dana pemindahan yang dibiayai swasta untuk membangun perumahan umum, perguruan tinggi, science-technopark, peningkatan kualitas bandara, pelabuhan, dan jaan tol.

Selain itu juga untuk membangun sarana kesehatan, pusat perbelanjaan, dan sarana MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Untuk itu pemerintah berupaya menarik banyak investor dari dalam dan luar negeri untuk ikut terlibat dalam pembangunan ibu kota baru. Presiden Jokowi bahkan ikut turun tangan meyakinkan negara lain untuk berinvestasi di ibu kota baru RI.

Baca juga: Biaya Pindah Ibu Kota Rp 466 Triliun Masih Bisa Dihemat

Misalnya saat menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (13/1/2020), Presiden Jokowi turut meyakinkan negara-negara sahabat untuk menanamkan investasinya.

“Di Ibu Kota Negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik,” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga turut meminta kesediaan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Ibu Kota Baru. Adapun bos Softbank Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair didapuk sebagai anggota dewan pengarah.

Baca juga: Mulai 2024, ASN Tingkat Pusat Pindah ke Ibu Kota Baru

Jokowi mengungkapkan, ia memilih sejumlah tokoh asing untuk menjadi dewan pengarah Ibu Kota Baru RI demi mendapat kepercayaan dari investor dunia.

"Yang ingin kita bangun adalah trust (kepercayaan), membangun trust. Beliau-beliau ini memiliki pengalaman yang baik di bidang pembangunan kota," kata Jokowi.

Regulasi

Dari sisi regulasi, pemerintah dalam 100 hari ini juga terus menyiapkan rancangan undang-undang ibu kota baru. Terakhir, Presiden Jokowi menyebut bahwa draf UU itu sudah selesai disusun dan tinggal diserahkan kepada DPR.

"Draf UU ibu kota sudah rampung. Minggu depan akan kami sampaikan ke DPR," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Kepala Bappenas Klaim Naskah Akademik dan RUU Ibu Kota Baru Rampung

Jokowi menyatakan, dalam RUU itu juga sudah diatur mengenai pembentukan Badan Otorita Ibukota.

Badan tersebut-lah yang nantinya akan memimpin pembangunan serta pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Penajam Passer Utara- Kutai Kartanegara.

Namun, Ibu Kota baru masih masuk ke wilayah administratif Provinsi Kalimantan Timur, bukan provinsi sendiri.

Baca juga: Jokowi Akan Paksa PNS Pusat untuk Pindah ke Ibu Kota Baru

Dengan rampungnya UU ini, Jokowi pun berharap pembangunan ibu kota baru bisa rampung tepat waktu, yakni pada 2024 mendatang.

"InsyaAllah (2024) kami harapkan seperti itu," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X