Catatan 100 Hari Pertama Jokowi-Ma'ruf Amin...

Kompas.com - 27/01/2020, 05:45 WIB
Joko Widodo dan Maruf Amin usai mengucap sumpah jabatan sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2019). KOMPAS.com/DINO OKTAVIANOJoko Widodo dan Maruf Amin usai mengucap sumpah jabatan sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2019).
Penulis Bayu Galih
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Joko Widodo- Ma'ruf Amin telah berjalan selama 100 hari pada hari ini, Senin (27/1/2020).

Adapun, 100 hari Jokowi-Ma'ruf terhitung sejak pasangan itu menjabat setelah dilantik pada 20 Oktober 2019. Hari pelantikan itu sekaligus terhitung sebagai hari pertama mereka.

Sejumlah catatan terkait kinerja pemerintahan menarik untuk diamati.

Misalnya, kejutan terjadi saat Jokowi memperkenalkan pesaingnya pada Pilpres 2014, yaitu Prabowo Subianto, untuk masuk dalam kabinet.

Jokowi menunjuk Prabowo menjadi Menteri Pertahanan. Dengan demikian, penunjukan Prabowo pun memperkuat posisi partai pemerintahan di parlemen.

Sebelumnya, Prabowo merupakan ketua umum Partai Gerindra yang menjalankan fungsi oposisi.

Baca juga: Prabowo Jadi Menhan, HAM Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik

Tentu masih banyak hal menarik lain dalam 100 hari pertama Jokowi-Ma'ruf Amin. Berikut penelusuran Kompas.com:

1. Kejutan kabinet

Tentu saja hal paling menarik pertama yang diamati adalah pemilihan anggota kabinet.

Pada hari keempat, atau 23 Oktober 2019, Jokowi memperkenalkan para pembantunya dalam kabinet yang bernama Kabinet Indonesia Maju.

Tidak hanya bergabungnya Prabowo, Kabinet Indonesia Maju juga memiliki catatan khusus dengan komposisi kader partai politik dan profesional yang terbilang seimbang.

Dari 38 orang yang diperkenalkan, terdapat 17 orang yang diketahui merupakan kader partai politik. Sisanya, yaitu 21 orang dapat dibilang berasal dari kalangan profesional.

Baca juga: 17 Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Maju dari Partai Politik

Adapun, dari kalangan profesional sejumlah nama yang menarik perhatian publik di antaranya masuknya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, lalu pendiri Go-Jek Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

Nama lainnya antara lain Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang saat itu menjabat Kapolri ditunjuk sebagai Mendagri, serta penunjukan pensiunan perwira TNI yaitu Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

2. Sorotan menteri kader partai

Setelah Jokowi menunjuk sejumlah nama yang masuk dalam kabinet, sorotan tertuju kepada sejumlah orang yang merupakan kader partai politik.

Kali ini Jokowi mengambil kebijakan untuk membiarkan menterinya tetap menjadi pengurus partai politik. Ini berbeda dengan periode pertama, ketika Jokowi meminta menterinya nonaktif dari partai politik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X